SosBud  

Rutan Pemalang Libatkan 78 Warga Binaan dalam Program Rutan Bersholawat untuk Perkuat Pembinaan Spiritual

Warga binaan Rutan Pemalang mengikuti kegiatan Rutan Bersholawat di Masjid At-Taubah untuk memperkuat pembinaan spiritual.
Sebanyak 78 warga binaan mengikuti kegiatan Rutan Bersholawat di Masjid At-Taubah Rutan Pemalang sebagai bagian dari pembinaan kerohanian.

JAKARTA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui program Rutan Bersholawat. Pada Jumat (3/7/2026), jajaran Rutan Pemalang mengajak 78 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian di Masjid At-Taubah.

Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat. Mereka melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama sekaligus mengikuti pembinaan keagamaan yang bertujuan meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membangun karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.

Suasana religius menyelimuti Masjid At-Taubah ketika lantunan sholawat menggema. Momentum tersebut menjadi sarana refleksi diri sekaligus memperkuat mental dan spiritual warga binaan agar lebih siap menjalani proses pembinaan.
Rutan Pemalang menjadikan Rutan Bersholawat sebagai program pembinaan rutin yang berfokus pada penguatan kepribadian. Melalui kegiatan ini, pihak rutan mendorong warga binaan meningkatkan kesadaran spiritual, memperoleh ketenangan batin, dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pemalang, Akbar Priambodo, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan. Menurutnya, kegiatan bersholawat tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi media introspeksi dan perubahan perilaku.

“Melalui kegiatan Rutan Bersholawat ini, kami berharap para warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, meneladani akhlak Rasulullah SAW, dan menjadikan momen bersholawat sebagai sarana introspeksi serta motivasi untuk terus memperbaiki diri. Kami percaya pembinaan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan akan melahirkan pribadi yang lebih baik sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa,” ujar Akbar Priambodo.

Selain memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga menumbuhkan sikap saling menghormati, mempererat kebersamaan, dan membangun semangat perubahan di kalangan warga binaan. Rutan Pemalang menilai pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk warga binaan yang menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana.

Melalui program Rutan Bersholawat, Rutan Pemalang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang seimbang antara pengembangan keterampilan, pembentukan karakter, serta penguatan mental dan spiritual. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang religius, berakhlak mulia, dan produktif.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *