SosBud  

Maulid Nabi di Masjid Husnul Khotimah Sumenep, Warga Karangbudi Perkuat Silaturahmi

Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Masjid Husnul Khotimah Karangbudi Sumenep
KH Hamid Amjad Hasan Jauhari, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasani Proppo, Kabupaten Pamekasan saat memberikan tausiyah

SUMENEP – Masjid Husnul Khotimah, Desa Karangbudi, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, menjadi pusat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Warga mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias sembari memperkuat silaturahmi dan mengenang keteladanan Rasulullah SAW.

Masyarakat dari berbagai kalangan menghadiri rangkaian acara yang memadukan kegiatan keagamaan dengan seni Islami. Panitia menghadirkan pembacaan sholawat, lantunan musik hadrah, tausiyah, serta hiburan yang tetap mengedepankan nuansa religius.

Suasana semakin khidmat ketika Al-Banjari Al-Kautsar pimpinan Ustadz Agus Salim, Desa Karangbudi, melantunkan sholawat. Jamaah turut mengikuti lantunan tersebut sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketua Takmir Masjid Husnul Khotimah, Abdur Rakhman, mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengamalkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu mengambil keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Menurut Abdur Rakhman, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah, seperti persaudaraan, kepedulian, kerukunan, dan sikap saling menghormati, tetap relevan untuk memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Dihadiri Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Kepala Desa Karangbudi Roni Yusiyanto, Camat Gapura, Kapolsek Gapura, Danramil Gapura, Ketua MWC NU Gapura, para alim ulama, serta tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan dukungan bersama terhadap kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat.

Roni Yusiyanto mengapresiasi panitia, takmir masjid, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang ikut menyukseskan acara.

“Maulid Nabi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi. Bukan hanya antara masyarakat dengan masyarakat, tetapi juga antara pemerintah desa, tokoh agama, dan seluruh elemen yang ada di Desa Karangbudi,” ungkapnya.

Salah seorang warga, Yanto, mengatakan masyarakat menantikan kegiatan tersebut karena menjadi kesempatan untuk berkumpul, bersholawat, mendengarkan tausiyah, dan bersilaturahmi.

“Yang paling terasa adalah kebersamaannya. Masyarakat berkumpul, bersholawat bersama, mendengarkan ceramah, sekaligus bersilaturahmi. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan semakin mempererat persaudaraan masyarakat Karangbudi,” tuturnya.

KH Hamid Amjad Sampaikan Keteladanan Rasulullah

Panitia juga menghadirkan KH Hamid Amjad Hasan Jauhari, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasani Proppo, Kabupaten Pamekasan, sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, Hamid menekankan pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Keteladanan itu tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga akhlak, kejujuran, kesabaran, kepemimpinan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia mengajak jamaah tidak berhenti pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada Rasulullah, kata dia, perlu diwujudkan melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut mendapat perhatian jamaah yang hadir. Mereka mengikuti tausiyah dengan khidmat dan menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Maulid Dikemas dengan Seni Islami

Selain tausiyah dan sholawat, panitia menghadirkan hiburan bernuansa Islami. Konsep tersebut membuat kegiatan keagamaan terasa lebih dekat dengan masyarakat, termasuk generasi muda.

Perpaduan antara sholawat, ceramah, seni hadrah, dan silaturahmi menciptakan suasana yang meriah tanpa meninggalkan pesan religius.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari berbagai pihak, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumenep.

Bagi masyarakat Karangbudi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, menjaga hubungan antarwarga, dan menghidupkan kembali semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Masyarakat berharap semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus terjaga. Masjid Husnul Khotimah juga diharapkan semakin berperan sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, pendidikan keagamaan, dan kegiatan sosial masyarakat.

Melalui peringatan Maulid Nabi, warga Karangbudi kembali diingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui lantunan sholawat, tetapi juga melalui akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.