SUMENEP – Pemuda BAPER Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Akbar Maqbaroh Bujuk Sarije, Senin (10/08/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan di lingkungan desa.
Warga Lembung Barat bersama pemuda mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias. Mereka memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan mengenang para tokoh serta sesepuh yang telah berjasa bagi masyarakat.
Panitia menghadirkan Kiai Imron Rasyidi dari Probolinggo untuk menyampaikan tausiah. Dalam ceramahnya, Kiai Imron Rasyidi mengajak jamaah meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Masyarakat juga dapat menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Haul Akbar Maqbaroh Bujuk Sarije. Warga bersama pemuda memanjatkan doa untuk para leluhur yang telah mendahului serta mengenang jasa dan keteladanan mereka.
Pemuda BAPER mengerahkan tenaga dan waktu untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan acara. Mereka bekerja sama dalam menata lokasi, menyiapkan perlengkapan, serta membantu kelancaran rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kebersamaan tersebut turut mempertemukan pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga dalam satu kegiatan keagamaan.
Momentum itu sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga tradisi positif di Desa Lembung Barat.
Maulid Nabi dan Haul Akbar Bujuk Sarije juga menunjukkan kuatnya semangat masyarakat dalam mempertahankan kegiatan keagamaan yang telah berkembang di lingkungan setempat.
Pemuda BAPER berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi wadah silaturahmi dan pembinaan generasi muda. Mereka juga ingin nilai-nilai keislaman, gotong royong, dan penghormatan kepada para sesepuh tetap tumbuh di tengah masyarakat Lembung Barat.
















