PAMEKASAN – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendorong penguatan pendidikan karakter di Pamekasan dengan menyerahkan 2.430 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada pemerintah daerah, Rabu (26/2/2026). Penyerahan buku berlangsung dalam rangkaian Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bertema Kajian Strategi Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Membentuk Karakter Siswa.
Kepala BPIP, Yudian Wahyu, menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama pembentukan karakter generasi muda. Ia menilai tantangan era digital, disrupsi informasi, hingga maraknya perundungan menuntut penguatan nilai kebangsaan di ruang-ruang pendidikan.
“Pendidikan Pancasila tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Sekolah harus membentuk watak dan kepribadian bangsa melalui internalisasi nilai dalam perilaku sehari-hari siswa,” ujar Yudian dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menyebut distribusi buku ini sebagai investasi strategis untuk menanamkan integritas, semangat persatuan, dan komitmen kebangsaan kepada generasi muda.
“Buku ini menjadi fondasi jangka panjang dalam membangun karakter anak-anak Pamekasan agar tumbuh sebagai pribadi berakhlak dan berdaya saing,” kata Kholilurrahman.
Deputi Pengkajian dan Materi BPIP, Surahno, mengajak para pendidik memahami Pancasila secara historis dan filosofis. Ia mengingatkan pentingnya mengkaji pidato Sukarno pada 1 Juni 1945 serta peran Mohammad Hatta dalam pengesahan konstitusi 17 Agustus 1945 sebagai fondasi lahirnya ideologi bangsa.
“Guru perlu mengajak siswa memahami konsep, mempraktikkan nilai, dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Surahno.
Direktur Pengkajian Implementasi PIP BPIP, Irene Camelyn Sinaga, menekankan peran sentral guru sebagai teladan. Ia mendorong penguatan karakter melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang konsisten menanamkan disiplin, kepedulian sosial, dan cinta tanah air.
Forum tersebut melibatkan guru Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, serta unsur pemerintah daerah. Peserta menyampaikan berbagai masukan, mulai dari pentingnya keteladanan penyelenggara negara hingga penguatan literasi sejarah dan integrasi nilai kebangsaan dalam pembelajaran di kelas.
BPIP menargetkan distribusi 2.430 BTU ini mampu mempercepat internalisasi nilai Pancasila secara sistematis dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Melalui langkah ini, BPIP ingin memastikan pendidikan karakter berjalan konkret dan berdampak nyata bagi pembentukan generasi yang beriman, berakhlak, cerdas, serta menjunjung persatuan dan keadilan sosial.














