SosBud  

Festival Ojhung Situbondo 2026 Meriah, Bupati Rio Adu Pukul Rotan dengan Dandim

Bupati Situbondo dan Dandim adu rotan dalam Festival Ojhung 2026
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ardian Ferry mengikuti pertandingan ekshibisi Festival Ojhung 2026 di Alun-alun Situbondo.

SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar Festival Ojhung 2026 di Alun-alun Situbondo, Minggu (9/8/2026). Festival tradisi adu pukul menggunakan rotan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 dan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Festival Ojhung tahun ini menghadirkan peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Peserta datang dari Jember, Bondowoso, Probolinggo hingga Madura untuk mempertunjukkan tradisi khas Situbondo tersebut.

Pertandingan semakin menarik ketika Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo membuka festival dengan laga ekshibisi melawan Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ardian Ferry.

Adu rotan antara Bupati yang akrab disapa Mas Rio dan Letkol Inf Ferry itu langsung mengundang perhatian ratusan penonton. Sorak-sorai penonton memenuhi Alun-alun Situbondo. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan anggota Forkopimda Situbondo juga ikut memberikan dukungan.

Usai pertandingan, Mas Rio melontarkan candaan kepada Dandim Situbondo.

“Pak Dandim senjata saja masih dilawan, apalagi rotan. Bagaimana kita bisa menang melawannya,” ujar Mas Rio sambil berkelakar.

Ojhung, Tradisi Asli Situbondo
Mas Rio menjelaskan bahwa Ojhung merupakan olahraga tradisional yang berasal dari Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo.

Masyarakat setempat mempertahankan Ojhung sebagai bagian dari tradisi dan kearifan lokal. Warga juga meyakini tradisi tersebut sebagai ritual untuk memohon turunnya hujan serta keselamatan dari berbagai bencana.

Pemkab Situbondo kini berupaya mengangkat Ojhung agar tidak hanya bertahan sebagai tradisi masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata.

Mas Rio berharap penyelenggaraan festival di pusat kota dapat memperkenalkan Ojhung kepada wisatawan dari berbagai daerah sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Makanya, saya mengajak warga Situbondo untuk terus melestarikan tradisi Ojhung agar menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah,” tuturnya.

Bukan Sekadar Hiburan
Menurut Mas Rio, Festival Ojhung juga membawa pesan tentang pentingnya sportivitas. Ia ingin masyarakat melihat tradisi tersebut bukan hanya sebagai pertunjukan adu fisik, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai-nilai positif.

“Mudah-mudahan dari Ojhung ini kita bisa belajar tentang makna sportivitas. Makna sportivitas ini sangat penting dalam membangun Situbondo,” katanya.

Antusiasme terhadap Festival Ojhung juga datang dari luar Situbondo. Murwanto, warga Bondowoso, mengapresiasi komitmen Pemkab Situbondo dalam mempertahankan tradisi tersebut.
Ia menilai Ojhung memiliki daya tarik tersendiri dan mampu mendatangkan penonton dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Saya berharap tradisi Ojhung ini tetap dipertahankan, mengingat Ojhung di Situbondo telah menjadi magnet penonton bagi warga di berbagai daerah di Jawa Timur,” kata Murwanto.
Festival Ojhung 2026 sekaligus menunjukkan upaya Situbondo menggabungkan pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan penguatan ekonomi lokal melalui tradisi masyarakat.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.