SERANG – Tiga kios di seberang Masjid Agung At Taubah Anyar, Kampung Pakojan RT 04 RW 03, Desa Anyar, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, terbakar pada Kamis (13/8/2026) sore. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Api pertama kali muncul dari salah satu warung Madura milik Salim.
Sebelum kebakaran, seorang pekerja bernama Alan Faruki Serang menggunakan kompor untuk merebus air di warung tersebut sekitar pukul 15.30 WIB. Ia kemudian meninggalkan kompor yang masih menyala untuk melaksanakan salat Ashar.
Usai salat, Alan kembali melayani sejumlah pembeli. Namun, ia lupa mematikan kompor yang masih digunakan untuk merebus air.
Sekitar pukul 16.20 WIB, Alan dan warga sekitar melihat kepulan asap dari bagian belakang warung. Setelah memeriksa sumber asap, mereka menemukan tumpukan kardus dagangan sudah terbakar.
Api kemudian dengan cepat merambat ke area penjualan bensin dan sejumlah tabung gas elpiji 3 kilogram. Kobaran api selanjutnya menjalar ke dua kios yang berada di sebelahnya.
“Bahkan api menjalar ke dagangan gas elpiji ukuran 3 kilogram sebanyak 5 tabung, kemudian merambat ke kios warung Pecel Lele yang terletak berdampingan milik M Rustamaji dan warung kelontong sembako dan jualan martabak milik Satori,” kata Ajat, Jumat (14/8/2026).
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan kebakaran kepada personel piket Polsek Anyar. Warga bersama petugas kemudian berupaya memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia.
Petugas menggunakan satu unit APAR milik Polsek Anyar, lima tabung pemadam cair merek BINPET, serta dua APAR kecil milik warga. Mereka juga memanfaatkan air seadanya untuk membantu proses pemadaman.
Upaya tersebut berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 16.50 WIB. Setelah api padam, satu unit mobil pemadam kebakaran dari PT Asahimas tiba di lokasi dan melakukan pendinginan.
Petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kabid Damkar BPBD Kabupaten Serang, Yusuf Riesata, menyebut kebocoran tabung gas turut menjadi salah satu dugaan pemicu kebakaran.
Menurut Yusuf, kebocoran gas membuat api membesar ketika aktivitas memasak berlangsung. Kobaran kemudian merambat hingga ke area pom mini atau tempat penjualan bensin.
“Sehingga saat sedang memasak api membesar dan merambat ke pom mini,” ujar Yusuf.
BPBD Kabupaten Serang memastikan kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, tiga kios mengalami kerusakan akibat kobaran api dengan total kerugian yang ditaksir sekitar Rp20 juta.
















