KM Virgo Transport 8 Bergeser ke Kedalaman 29 Meter, Basarnas Libatkan Ahli Hong Kong dan AS

Basarnas melibatkan ahli Hong Kong dan Amerika Serikat untuk proses salvage KM Virgo Transport 8
Basarnas melibatkan tenaga ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat dalam proses salvage KM Virgo Transport 8 yang bergeser ke kedalaman sekitar 29 meter

JAKARTA – Basarnas melibatkan tenaga ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat dalam penanganan KM Virgo Transport 8. Tim ahli tersebut akan membantu proses salvage yang membutuhkan teknologi serta keahlian khusus.

Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii mengatakan timnya perlu bergerak cepat karena posisi kapal terus mengalami perubahan. Kondisi itu membuat proses evakuasi dan pencarian korban membutuhkan penanganan dengan metode serta peralatan yang tepat.

“Kita berupaya secepat sehingga tidak hanya melibatkan warga lokal, tapi kita juga menghadirkan tenaga ahli dari luar negara Indonesia. Yang hari ini hadir adalah dari Hongkong dan Amerika,” ujar Syafii, Rabu (16/9/2026).

Menurut Syafii, proses salvage bukan pekerjaan sederhana. Posisi KM Virgo Transport 8 yang terus bergeser menjadi salah satu alasan Basarnas mempercepat penanganan.

Sebelumnya, kapal diperkirakan masih mengapung pada kedalaman sekitar 21 meter. Namun, posisi kapal kini bergeser hingga berada di kedalaman sekitar 29 meter.

“Proses salvage ini tidak mudah dan kami tidak ingin berlama-lama. Karena makin hari ada pergeseran-pergeseran kapal, dari yang sebelumnya masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bisa bergeser sekarang di kedalaman 29 meter,” katanya.

Ahli Indonesia Ikut Terlibat

Selain menghadirkan tenaga ahli dari luar negeri, Basarnas juga melibatkan para ahli dari Indonesia. Syafii mengatakan keterlibatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran mengenai teknologi dan metode salvage.

“Kita juga melibatkan ekspert dari Indonesia sebagai proses pembelajaran. Karena teknologi sekarang masih dimiliki oleh mereka (ahli luar negeri) dan mereka sudah memiliki sertifikasi internasional,” ungkap Syafii.

Basarnas juga menggunakan SAR Map yang dikeluarkan Basarnas Command Center sebagai dasar penyusunan pola pencarian. Tim kemudian menindaklanjuti hasil pemetaan tersebut dengan membagi area operasi ke dalam sejumlah sektor.

“Operasi ini diawali dengan hasil SAR Map yang dikeluarkan oleh Basarnas command center. Dari sinilah nanti akan dijabarkan atau ditindaklanjuti untuk memanfaatkan potensi yang tergelar ini kemudian dibagi menjadi sektor-sektor,” jelasnya.

Pembagian sektor bertujuan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar pelaksanaan pencarian sesuai dengan sasaran operasi. Tim juga menyesuaikan pola pencarian dengan kemampuan masing-masing sarana yang digunakan di lapangan.

“Karena pastinya sasaran operasi ingin segera optimal, segera dilaksanakan dan menghasilkan hasil yang optimal,” kata Syafii.

Operasi SAR Berlangsung 24 Jam

Basarnas berharap penerapan teknologi dan dukungan tenaga ahli dapat mempercepat penanganan KM Virgo Transport 8 sekaligus mengoptimalkan pencarian korban.

“Mudah-mudahan dari aplikasi yang sudah pasti dibuat oleh yang ahlinya, bisa diaplikasikan dan mendukung dalam operasi ini,” ujar Syafii.

Sementara itu, Basarnas menjalankan operasi SAR selama tujuh hari secara penuh. Pelaksanaan operasi berlangsung dengan menyesuaikan kemampuan setiap sarana yang terlibat.

Syafii menjelaskan aturan operasi menetapkan pelaksanaan pencarian selama tujuh hari dan 24 jam. Namun, sarana seperti pesawat memiliki keterbatasan waktu operasional sehingga penggunaannya harus menyesuaikan kondisi teknis dan kemampuan masing-masing.

“Sesuai aturan pasti dilaksanakan selama tujuh hari 24 jam bagi sarana secara nonstop. Tapi seperti pesawat, tentunya pasti ada keterbatasan. Pagi beroperasi jam berapa dan sore akan dihentikan jam berapa,” pungkasnya.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *