SERANG – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas meminta seluruh kepala sekolah mengambil peran sebagai motor perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penting dalam mengarahkan tenaga pendidik sekaligus mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.
Najib menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Silaturahim dan Koordinasi Kepala Sekolah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Banten Regional Banten Barat di Aula TB Suwandi, Pemerintah Kabupaten Serang, Sabtu (1/8/2026).
Ia menegaskan, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum maupun kelengkapan sarana dan prasarana. Kepala sekolah memegang peran sentral dalam membangun budaya kerja yang positif, membina guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.
Baca juga: AMAN Indonesia dan Pemkab Sumenep Perkuat Desa Damai Berkelanjutan, Dorong Kepemimpinan Perempuan
“Kepala sekolah menjadi ujung tombak dalam mengarahkan tenaga pendidik agar anak didik semakin unggul dan berkualitas. Kepala sekolah juga harus memiliki spirit perubahan untuk melahirkan siswa yang unggul dan berprestasi,” ujar Najib Hamas.
Najib menjelaskan, kepala sekolah memikul tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh tenaga pendidik bekerja secara profesional sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah. Kepemimpinan yang efektif, kata dia, akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.
Selain itu, Najib mendorong kepala sekolah dan guru membangun hubungan yang lebih erat.
Baca juga: Peran Strategis PMII dalam Pembangunan Daerah dan Kaderisasi Generasi Emas
Menurutnya, sekolah harus menghadirkan suasana kekeluargaan agar seluruh tenaga pendidik memiliki visi yang sama dalam menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi para peserta didik.
“Kepala sekolah dan guru bukan semata-mata memiliki hubungan kerja, tetapi harus menjadi sebuah keluarga dalam membangun visi sekolah sebagai rumah kedua bagi murid. Dari situ akan lahir sistem pendidikan yang lebih berkualitas,” katanya.
Najib juga mengajak seluruh komponen pendidikan membangun sistem yang terintegrasi. Ia menilai kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemerintah akan memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan.
Baca juga: Basarnas Banten Evakuasi Warga yang Terjatuh ke Sumur di Serang, Tim SAR Gunakan Teknik HART Meta
“Seluruh komponen harus menjalankan tanggung jawab sesuai perannya masing-masing agar tujuan menghadirkan pendidikan yang berkualitas dapat tercapai secara bersama-sama,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Serang, lanjut Najib, akan terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui berbagai program peningkatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dipisahkan dari kualitas kepemimpinan di setiap sekolah.
“Sinergi antara pihak sekolah dan pemerintah harus terus dibangun karena semuanya memiliki peran yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun sistem pendidikan dan melahirkan generasi terbaik di masa depan,” ucapnya.
Baca juga: Peningkatan 3% Pendapatan Daerah: Bupati Sumenep Sampaikan Nota Penjelasan APBD Perubahan 2024
Sementara itu, pimpinan JSIT Banten, Irmawati, menjelaskan kegiatan silaturahmi dan koordinasi tersebut menjadi agenda rutin organisasi untuk mempererat komunikasi, menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi antar kepala sekolah yang tergabung dalam JSIT Indonesia wilayah Banten Barat.
Irmawati menilai kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menerjemahkan setiap kebijakan organisasi sebelum diterapkan di lingkungan sekolah. Karena itu, pemahaman kepala sekolah terhadap setiap program JSIT menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan di tingkat satuan pendidikan.
“Kepala sekolah memiliki peran penting dalam mentransformasi pesan-pesan penting dari JSIT kepada para guru. Sebelum guru menerima dan menjalankan arahan organisasi, kepala sekolah terlebih dahulu harus memahami substansi dari setiap kebijakan tersebut,” kata Irmawati.
Ia berharap forum tersebut semakin memperkuat jejaring antar kepala sekolah sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan Islam terpadu melalui kolaborasi, pertukaran pengalaman, dan inovasi pembelajaran.
Kegiatan Silaturahim dan Koordinasi Kepala Sekolah JSIT Indonesia Regional Banten Barat diikuti sekitar 50 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Banten Barat.
Pada hari yang sama, JSIT Indonesia juga memperingati Milad ke-23 yang dipusatkan di Kota Depok, Jawa Barat. Peringatan tersebut menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam terpadu melalui penguatan kepemimpinan sekolah, peningkatan kompetensi pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
















