SAMPANG – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) meningkatkan standar keamanan dapur MBG melalui pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Tambelangan, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Tambelangan itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mitra pengelola dapur MBG. Seluruh peserta mengikuti pelatihan guna memperkuat penerapan standar keamanan kerja, keselamatan pangan, dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Camat Tambelangan, H. Ach. Fariji, S.Pd, menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan dapur MBG. Menurutnya, pengelola dapur harus memahami langkah pencegahan kebakaran, menguasai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta mengetahui prosedur evakuasi saat terjadi keadaan darurat.
“Program MBG memberikan layanan langsung kepada masyarakat. Karena itu, seluruh proses harus berjalan aman, tertib, dan profesional. Kesadaran terhadap keselamatan kerja menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program,” ujar Fariji.
Danramil 0828-11/Tambelangan, Lettu Inf Ali Murdani, mengajak seluruh pihak menjaga kualitas pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi anak. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dapur, kualitas makanan, serta disiplin dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Dalam kegiatan tersebut, Tim Satgas MBG memberikan materi mengenai pengelolaan dapur yang higienis, pemilihan bahan pangan berkualitas, sistem distribusi makanan yang tepat waktu, hingga penyediaan sarana pendukung yang memenuhi standar operasional.
Peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran secara langsung. Tim instruktur memperagakan cara menggunakan APAR, teknik memadamkan api pada tahap awal, serta langkah evakuasi ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan dapur.
Kepala Bidang Damkar Kabupaten Sampang, Saffak, SE., MM, menjelaskan bahwa dapur MBG memiliki tingkat risiko kebakaran yang cukup tinggi karena menggunakan kompor, instalasi listrik, dan tabung gas LPG setiap hari. Oleh sebab itu, pengelola harus melakukan pemeriksaan rutin terhadap seluruh peralatan pendukung.
“Pengelola dapur perlu memastikan instalasi listrik dan peralatan memasak dalam kondisi baik. Setiap dapur juga harus menyediakan APAR yang berfungsi optimal, termasuk APAR jenis CO₂ untuk mengatasi kebakaran akibat korsleting listrik maupun minyak panas,” kata Saffak.
Ia menambahkan bahwa langkah pencegahan menjadi strategi paling efektif dalam meminimalkan risiko kebakaran di dapur MBG.
Selain materi keselamatan kerja, Kepala Puskesmas Tambelangan memberikan edukasi terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Petugas dapur mendapat arahan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan peralatan memasak, memastikan kualitas bahan pangan, serta melakukan pemeriksaan keamanan makanan sebelum proses distribusi.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menandatangani komitmen bersama untuk menerapkan standar keamanan kerja dan keamanan pangan di setiap dapur MBG. Sejumlah OPD turut mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, DLH-Perkim, DPUPR, Dinas Pendidikan, Bappedalitbang, DPMPTSP, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat.
Pemerintah Kabupaten Sampang berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kesiapan seluruh pengelola dapur MBG dalam menjalankan standar keselamatan kerja dan keamanan pangan secara konsisten sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan berkualitas.













