JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menilai Badan Gizi Nasional (BGN) masih memiliki peluang besar untuk melakukan efisiensi anggaran meskipun pagu anggarannya telah mengalami pemangkasan. Menurutnya, penghematan dapat dicapai selama alokasi dana difokuskan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Irma menyampaikan pandangan tersebut sebagai respons atas target Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, yang berencana mengefisienkan penggunaan anggaran sekitar Rp268 triliun tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat Program MBG.
Menurut Irma, BGN dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran dengan memprioritaskan kebutuhan utama program sehingga berbagai pos pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat dapat ditekan.
Baca juga: Titik SPPG MBG Membengkak, Pemerintah Ungkap Potensi Pemborosan Anggaran Rp1 Triliun per Bulan
“Jika anggaran digunakan sepenuhnya untuk MBG dan bukan untuk kebutuhan lain yang tidak berkaitan langsung dengan program, saya kira masih banyak ruang untuk efisiensi,” kata Irma, Sabtu (13/6/2026).
Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak harus berdampak pada berkurangnya kualitas layanan maupun jumlah masyarakat yang menerima manfaat. Dengan pengelolaan yang lebih tepat sasaran, pemerintah tetap dapat menjalankan program secara optimal sekaligus menghemat pengeluaran negara.
Karena itu, Irma mendukung langkah yang ditempuh pimpinan baru BGN selama kebijakan efisiensi tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis.
Baca juga: Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Pastikan Standar Gizi dan Operasional Berjalan Optimal
Sebelumnya, Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan lembaganya menargetkan efisiensi dari total pagu anggaran sekitar Rp268 triliun. Langkah tersebut dilakukan setelah BGN mengalami penyesuaian anggaran yang memangkas pagu lembaga sekitar Rp2 triliun.
Nanik menjelaskan bahwa efisiensi yang dilakukan tidak bertujuan mengurangi cakupan program maupun jumlah penerima manfaat. Sebaliknya, kebijakan tersebut difokuskan untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran di berbagai lini pelaksanaan program.
Menurutnya, optimalisasi anggaran menjadi kunci agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan maksimal dengan pengelolaan dana yang lebih efisien dan tepat sasaran.
Baca juga: Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari Fokus Benahi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
“Kami berharap masih bisa menurunkan lagi penggunaan anggaran tanpa mengurangi sasaran program. Karena itu kami akan terus melakukan efisiensi di berbagai bidang,” ujar Nanik dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, efektivitas penggunaan anggaran dinilai penting agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak penerima tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.














