MALANG – Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengikuti penanaman bawang putih serentak se-Jawa Timur di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di lahan seluas 1,5 hektare milik Kelompok Tani Subur Satu. Sekda Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Forkopimda Jatim, Forkopimda Kabupaten Malang, serta sejumlah kepala perangkat daerah Kabupaten Malang turut menghadiri kegiatan itu.
Penanaman bawang putih serentak menjadi bagian dari program Polri untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Polri menggelar kegiatan serupa di 17 provinsi di Indonesia.
Penanaman Bawang Putih Digelar di Sejumlah Daerah Jatim
Di Jawa Timur, penanaman bawang putih serentak berlangsung di Kabupaten Malang, Magetan, Trenggalek, dan Pasuruan. Total lahan yang siap ditanami mencapai 2,5 hektare.
Polda Jatim juga menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung program tersebut. Jajaran kepolisian berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyiapkan lahan, bibit, sarana pendukung, serta pendampingan kepada petani.
Dalam kegiatan penanaman kali ini, petani menggunakan empat varietas bawang putih. Varietas tersebut terdiri atas Tawangmangu Baru, Lumbu Kuning, Lumbu Hijau, dan Geol Temanggung Agrihorti.
Polda Jatim mencatat potensi pengembangan bawang putih di wilayah hukumnya mencapai 284,76 hektare. Lahan tersebut tersebar di tujuh wilayah Polres dan melibatkan 76 gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta 586 petani.
Pemkab Malang Dorong Kemandirian Pangan
Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Polda Jatim terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait. Sinergi tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan program sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib berharap penanaman bawang putih serentak menjadi awal dari upaya yang lebih besar untuk memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Malang.
Ia juga berharap kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat terus berjalan secara konsisten.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” kata Lathifah.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Malang.
















