JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) rampung pada pekan ini. Pemerintah menyiapkan regulasi tersebut sebagai pedoman pelaksanaan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, mengatakan penyelesaian Perpres menjadi langkah penting agar seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memiliki acuan yang sama dalam menjalankan program Kopdes Merah Putih.
“Mudah-mudahan minggu ini Perpres tata kelolanya selesai agar semua bisa memiliki pegangan yang sama,” ujar Zulhas dalam konferensi pers usai rapat koordinasi terbatas Kopdes Merah Putih di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Wamenkop Bantah Koperasi Merah Putih Bebani APBN, Respons Kritik Mahasiswa soal Program Pemerintah
Menurut Zulhas, pemerintah ingin menjadikan sekitar 83 ribu desa di Indonesia sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia mengakui upaya tersebut menghadapi berbagai tantangan, namun pemerintah terus menyusun konsep implementasi secara bersama-sama agar program berjalan efektif.
Ia optimistis manfaat program Kopdes Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih mulai dirasakan masyarakat pada Oktober 2026, terutama dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan berperan penting dalam mempersingkat rantai pasok komoditas pangan. Menurutnya, jalur distribusi yang selama ini melibatkan banyak perantara dapat dipangkas sehingga hasil usaha petani menjadi lebih menguntungkan.
Amran mengungkapkan, berdasarkan perhitungan pemerintah terhadap sembilan komoditas pangan, keuntungan yang selama ini dinikmati para perantara mencapai sekitar Rp313 triliun. Dengan kehadiran koperasi, sebagian keuntungan tersebut diharapkan dapat kembali kepada petani dan masyarakat desa.
Baca juga: Prabowo Minta Koperasi Merah Putih Didukung Penuh, Bahas Ketahanan Energi dan Konflik Timur Tengah
Selain memperpendek distribusi pangan, pemerintah juga menyiapkan Kopdes Merah Putih sebagai pusat penyaluran pupuk bersubsidi. Skema ini akan memudahkan petani memperoleh pupuk tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Koperasi tersebut juga akan menjadi tempat penjualan gabah hasil panen sehingga petani tidak lagi bergantung pada gudang penyimpanan yang lokasinya jauh dari lahan pertanian.
Amran meyakini keberadaan koperasi di setiap desa akan mempercepat perputaran uang di daerah, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong kesejahteraan petani melalui sistem distribusi yang lebih efisien.
Selain itu, Kopdes Merah Putih akan menjalankan fungsi sebagai offtaker dan distributor hasil pertanian melalui Agrinas Pangan. Pemerintah menilai skema tersebut dapat menghubungkan daerah yang mengalami surplus produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, sehingga komoditas pertanian tidak lagi terbuang saat harga turun dan distribusi pangan menjadi lebih merata di seluruh Indonesia.
















