SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. Kegiatan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim berlangsung di dua lokasi di Surabaya, Minggu (16/8/2026).
Pasar murah pertama berlangsung di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan. Lokasi kedua berada di halaman SMA Khadijah Surabaya, Kecamatan Wonokromo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pemprov Jatim menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET) pasar. Komoditas tersebut antara lain beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih.
“Jadi bisa dipersandingkan antara harga beras, gula, minyak kita, telur, termasuk daging ayam. Yang kita siapkan ini memang dengan subsidi Pemprov,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, pasar murah tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok bersubsidi. Pemprov Jatim juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor makanan dan minuman.
Kehadiran UMKM tersebut memberi kesempatan kepada pelaku usaha untuk mengenalkan sekaligus menjual produknya kepada masyarakat. Pemprov Jatim berharap kegiatan itu dapat memperluas pasar produk UMKM lokal.
“Dan selalu kita memberseiringkan dengan pelaku UMKM. Supaya UMKM kita menemukan pasar yang lebih besar, lebih luas lagi skalanya,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat di pasar murah yang berlangsung di halaman SMA Khadijah Surabaya. Masyarakat rela mengantre untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.
Khofifah berharap kegiatan pasar murah dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan tekanan inflasi di berbagai wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga membagikan beras SPHP kepada warga lanjut usia (lansia). Sejumlah warga menerima beras kemasan lima kilogram secara langsung dari Gubernur Jatim.
Salah satunya Pak Sam. Setelah menerima bantuan beras, ia menyampaikan terima kasih kepada Khofifah.
“Dapat beras sama bendera. Terima kasih Bu Khofifah,” ujar Pak Sam.
Warga lainnya, Ibu Aminah, juga mengaku bersyukur mendapatkan beras dalam kegiatan tersebut.
“Ini dapat beras saja. Terima kasih Bu Gubernur,” katanya.
Tingginya minat masyarakat membuat sejumlah bahan pokok yang tersedia di pasar murah habis dalam waktu kurang dari dua jam. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Tak hanya warga, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim turut membeli produk UMKM yang berjualan di lokasi. Mereka kemudian membagikan sejumlah produk tersebut kepada masyarakat.
Melalui pasar murah dan pelibatan UMKM, Pemprov Jatim berupaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
















