Ekonom  

Panen Tembakau Pamekasan Dimulai, Antrean Kendaraan Mengular hingga 1 Kilometer

Antrean petani menjual tembakau rajangan di gudang Pamekasan
Petani dan pedagang mengantre membawa tembakau rajangan untuk dijual ke gudang pembelian tembakau di Pamekasan.

PAMEKASAN – Musim panen tembakau mulai menggeliatkan aktivitas perdagangan di Kabupaten Pamekasan, Madura. Ratusan petani dan pedagang mendatangi sejumlah gudang untuk menjual tembakau rajangan hasil panen mereka.

Salah satu gudang yang ramai menjadi tujuan petani berada di gudang milik H. Her. Gudang tersebut mulai membuka pembelian tembakau pada Minggu pagi (16/8/2026).

Antusiasme petani dan pedagang terlihat dari panjangnya antrean kendaraan pengangkut tembakau. Kendaraan bahkan harus mengantre sekitar 1 kilometer sebelum memasuki area gudang.

Para petani dan pedagang rela menunggu giliran agar petugas dapat memeriksa dan menilai tembakau yang mereka bawa. Mereka berharap hasil panen masuk kategori kualitas tinggi sehingga memperoleh harga jual lebih baik.
Tembakau Kelas A+ Tembus Rp75 Ribu per Kilogram

Petugas gudang memeriksa tembakau rajangan satu per satu untuk menentukan kualitas dan kelasnya. Penilaian tidak hanya melihat kondisi fisik daun, tetapi juga mempertimbangkan aroma, tekstur, serta karakter daun.

H. Her menerapkan harga berbeda untuk setiap kelas tembakau. Harga tertinggi mencapai Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram untuk tembakau kelas A+.

Sementara itu, gudang mematok harga tembakau kelas T sebesar Rp50.000 per kilogram. Kelas HR mencapai Rp55.000-Rp60.000 per kilogram, sedangkan kelas G berada di angka Rp55.000 per kilogram.

Untuk kelas AB, harga mencapai Rp60.000 per kilogram. Adapun tembakau kelas A memiliki kisaran harga Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Namun, gudang tidak menerima seluruh tembakau yang dibawa petani maupun pedagang. Petugas akan menolak daun yang tidak memenuhi standar pembelian.

“Daun muda dinyatakan out atau tidak diterima. Begitu juga daun pahit dinyatakan out atau tidak diterima,” terang H. Her.

Petani Antre Berhari-hari
Pembukaan gudang tembakau mendapat sambutan positif dari petani dan pedagang. Holla, petani asal Kecamatan Kadur, salah satunya. Dia membawa sekitar 150 bal tembakau rajangan untuk dijual.

“Bawa 150 bal, itu masih numpuk di tengah nunggu antrean,” ujar Holla.
Dia berharap hasil panennya masuk kategori tembakau berkualitas sehingga bisa terjual dengan harga tinggi.

Panjang antrean kendaraan juga menunjukkan tingginya minat petani menjual hasil panen. Antrean kendaraan pengangkut tembakau mulai terlihat sejak Sabtu (15/8/2026), sehari sebelum gudang membuka pembelian.

Sejumlah petani dan pedagang bahkan rela datang empat hari lebih awal. Mereka sengaja mengambil nomor antrean lebih dahulu agar bisa mendapat posisi terdepan saat gudang mulai menerima tembakau.

Aktivitas perdagangan tersebut menandai kembali bergairahnya pasar tembakau Pamekasan pada musim panen tahun ini. Petani berharap harga tembakau tetap stabil sehingga pendapatan dari hasil panen mampu menutup biaya produksi dan memberikan keuntungan yang layak.

Bagi petani, kestabilan harga menjadi faktor penting setelah mereka mengeluarkan biaya, waktu, dan tenaga sejak proses penanaman hingga memasuki masa panen.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.