Pemprov Jatim Matangkan Proyek Surabaya Regional Rail Line, DED SRRL Ditargetkan Rampung Awal 2027

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan progres proyek Surabaya Regional Rail Line (SRRL) di Surabaya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memaparkan perkembangan proyek Surabaya Regional Rail Line (SRRL) usai rapat koordinasi di Surabaya.

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat persiapan pembangunan Surabaya Regional Rail Line (SRRL) tahap pertama yang akan menghubungkan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo melalui jalur rel ganda (double track) serta sistem elektrifikasi kereta api.

Proses persiapan proyek strategis tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi terkait guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan dapat memasuki fase konstruksi setelah dokumen teknis selesai disusun.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan proyek SRRL saat ini telah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau desain teknis. Penyusunan DED telah dimulai sejak Februari 2026 dan ditargetkan selesai pada awal 2027.

Baca juga: Yulianto Buktikan Lahan Basah Sidoarjo Mampu Hasilkan Kelengkeng Berkualitas, Omzet Capai Rp250 Juta per Panen

“Desain ini memang bukan hal yang mudah karena mencakup pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi kereta api. Dalam prosesnya tentu akan muncul berbagai tantangan teknis di lapangan yang harus diselesaikan,” ujar Emil usai menghadiri high level meeting di Surabaya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Emil, tim konsultan terus melakukan pemetaan terhadap berbagai kendala yang ditemukan di lapangan agar desain yang dihasilkan benar-benar siap menjadi acuan pelaksanaan proyek.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penataan depo kereta api di kawasan Sidotopo, Surabaya. Berdasarkan informasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), sebagian lahan depo saat ini ditempati warga, sementara sebagian lainnya masih menghadapi persoalan terkait status kepemilikan tanah.

Baca juga: Hasto Kristiyanto Soroti Dugaan Korupsi Program MBG, Sebut Bisa Dicegah Sejak Awal

“Menurut informasi dari PT KAI, depo di Sidotopo memang terdapat lahan yang ditempati warga, sementara sebagian lainnya masih memiliki persoalan terkait status tanah,” jelasnya.

Emil menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya akan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam proses penataan kawasan tersebut. Pemerintah juga akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia sembari mengkaji penyelesaian melalui program Reforma Agraria.

“Kami bersama Wali Kota Surabaya harus memikirkan nasib masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut, bukan sekadar melihat persoalan lahannya saja,” tegasnya.

Baca juga: Cahyo Harjo Prakoso Desak Evaluasi Proyek Gorong-Gorong Usai Lansia Tewas Terjatuh di Margorejo Surabaya

Ia menjelaskan bahwa dokumen DED yang ditargetkan rampung pada awal 2027 akan menjadi dasar bagi kontraktor untuk memulai pembangunan fisik. Pemerintah memperkirakan nilai investasi tahap pertama proyek SRRL mencapai sekitar 230 juta euro.

“Target kami, awal 2027 desain teknis sudah selesai sehingga dapat langsung dijadikan acuan dalam pelaksanaan konstruksi,” katanya.

Selain pembangunan jalur rel, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk penanganan perlintasan sebidang, pembangunan jalan layang (flyover), serta rekayasa lalu lintas di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.

Baca juga: Pemerintah Percepat Izin Tiga Proyek Migas Strategis di Jatim dan Jateng, Targetkan Produksi Energi Naik

Kawasan Taman Pelangi menjadi salah satu lokasi prioritas karena berkaitan dengan rencana pembangunan flyover. Sementara itu, pemerintah juga mempersiapkan solusi untuk mengatasi kemacetan di kawasan Wonokromo dan beberapa titik di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Emil, kawasan Wonokromo selama ini telah menjadi titik kemacetan (bottleneck) sehingga memerlukan penanganan terpadu agar pembangunan SRRL tidak menambah beban lalu lintas.

“Wonokromo tanpa proyek ini saja sudah menjadi bottleneck. Dengan adanya SRRL, arus kendaraan dari Jagir menuju Jalan Ahmad Yani juga harus diantisipasi sejak awal,” ujarnya.

Pemprov Jawa Timur memastikan seluruh tim teknis terus mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul selama tahap perencanaan, mulai dari kebutuhan depo kereta, penyelesaian persoalan lahan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Melalui percepatan penyusunan DED dan koordinasi lintas instansi, proyek Surabaya Regional Rail Line (SRRL) diharapkan dapat menjadi tulang punggung transportasi massal modern yang mampu meningkatkan konektivitas, mengurangi kemacetan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan metropolitan Surabaya dan Sidoarjo.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *