SURABAYA – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Penegasan tersebut ia sampaikan saat membuka Dialog Kebangsaan bersama puluhan organisasi masyarakat (ormas) di Surabaya, Senin (3/8/2026).
Nanang menepis berbagai informasi yang beredar di media sosial dan menggambarkan seolah-olah Jawa Timur sedang mengalami kerusuhan. Menurutnya, narasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Di konten media sosial tersebar informasi bahwa di Jawa Timur seolah-olah menjadi wilayah kerusuhan. Padahal itu tidak benar,” kata Nanang.
Ia memastikan situasi keamanan di seluruh wilayah Jawa Timur tetap terkendali. Polda Jatim bersama jajaran TNI dan pemerintah daerah terus melakukan pengamanan serta menjaga stabilitas agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat persatuan, tidak hanya di ruang publik, tetapi juga di ruang digital. Menurutnya, tingginya penggunaan internet harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi.
Khofifah mengungkapkan, penetrasi internet di Jawa Timur pada 2026 telah mencapai 83,41 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 81,72 persen. Kondisi tersebut membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat, termasuk informasi palsu atau hoaks.
Ia menilai penyebaran hoaks berpotensi memecah belah persatuan masyarakat. Salah satu informasi yang sempat beredar ialah ajakan dari akun anonim di media sosial untuk mengibarkan bendera setengah tiang.
“Kami menyampaikan, saat ini ada ajakan dari akun-akun anonim di media sosial untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Hal itu tentu meresahkan,” ujar Khofifah.
Meski demikian, Khofifah menegaskan pemerintah tetap menghormati kebebasan menyampaikan pendapat di era demokrasi. Namun, setiap kritik yang disampaikan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak memicu perpecahan.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menyampaikan kondisi Jawa Timur saat ini tetap aman. Kendati demikian, seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi yang tidak benar.
Menurut Eddy, sejumlah kelompok masih berupaya menyebarkan hoaks yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan masyarakat. Karena itu, pemerintah bersama aparat keamanan terus memperkuat langkah antisipasi.
“Tugas kita saat ini sangat berat dan kita harus mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan tersebut,” katanya.
Dialog Kebangsaan tersebut juga menjadi momentum bagi Polda Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Kodam V/Brawijaya bersama organisasi masyarakat untuk mendeklarasikan komitmen menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta menolak segala bentuk penyebaran hoaks yang berpotensi mengganggu kondusivitas di Jawa Timur.
















