SEMARANG – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pemugaran tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang dalam kunjungan kerjanya ke Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga warisan sejarah nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
Presiden tiba di Stasiun Semarang Tawang sekitar pukul 11.11 WIB dan disambut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin. Setibanya di lokasi, Bobby mengajak Presiden meninjau area stasiun sambil memaparkan sejarah serta nilai arsitektur bangunan yang menjadi salah satu ikon perkeretaapian Indonesia.
Di sela kunjungan, Prabowo menyempatkan diri menyapa para penumpang dan masyarakat yang telah menunggu kedatangannya. Warga tampak antusias menyambut Presiden dan berebut bersalaman.
Baca juga: Kapolri Resmikan 35 SPKT dan Tinjau SPPG Gedawang di Semarang
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, serta Kepala Stasiun Semarang Tawang Ismanto.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kehadiran Presiden dalam peresmian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah tanpa mengabaikan kebutuhan modernisasi infrastruktur transportasi.
“Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang,” ujar Prasetyo Hadi.
Baca juga: KAI Daop 3 Cirebon Siapkan 21.790 Kursi Sambut Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih 2026
Pemugaran yang diresmikan merupakan tahap pertama dari proyek revitalisasi yang dilaksanakan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang. Pekerjaan berlangsung selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari rencana besar PT KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Semarang Tawang ke bentuk aslinya sesuai rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer. Bangunan bersejarah itu dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada 1911 dan mulai beroperasi pada 1914.
Sebagai bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, seluruh proses pemugaran melibatkan tim ahli cagar budaya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan renovasi tetap mempertahankan nilai sejarah dan arsitektur bangunan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Baca juga: Kapolda Jatim Resmikan Polresta Sumenep, Kombes Ariek Indra Sentanu Jadi Kapolresta Pertama
Melalui revitalisasi ini, pemerintah berharap Stasiun Semarang Tawang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi modern, tetapi juga tetap menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi mendatang.
















