Edu  

Muswil ICMI Jatim 2026 Tegaskan Peran Intelektual Muslim sebagai Penggerak Peradaban Inklusif

Musyawarah Wilayah ICMI Jawa Timur 2026 di Universitas Airlangga Surabaya membahas peran intelektual Muslim dalam membangun peradaban inklusif.
Ketua ICMI Pusat bersama para narasumber dan peserta menghadiri Musyawarah Wilayah ICMI Jawa Timur 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya.

SURABAYA – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran kaum intelektual sebagai penggerak peradaban di tengah meningkatnya polarisasi sosial, disrupsi teknologi, krisis etika publik, serta menurunnya kualitas ruang dialog kebangsaan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ICMI Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Gedung Plaza Airlangga Lantai 5, Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu (4/7/2026).

Muswil mengangkat tema “Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif“. Melalui forum ini, ICMI Jawa Timur menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi pemikiran untuk lima tahun mendatang.

Baca juga: Indonesia Dorong Peran Global South di KTT G20 Afrika Selatan 2025 dan Tekankan Inklusivitas Ekonomi

Sebelum membahas agenda organisasi, panitia menggelar Seminar Nasional yang menghadirkan akademisi, pemimpin daerah, tokoh agama, dan cendekiawan lintas iman. Para peserta mendiskusikan berbagai tantangan kebangsaan, mulai dari pembangunan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan, penguatan budaya riset, pengembangan ekonomi yang berkeadilan, hingga penguatan dialog lintas agama sebagai fondasi persatuan nasional.

Seminar menghadirkan Ketua ICMI Pusat sekaligus Kepala BRIN, Prof. Arief Satria, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Prof. Nafik Hadi Ryandono, Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Jawa Timur Dr. Daniel Rohi, dengan Prof. Hesti Arimulan sebagai moderator.

Dalam paparannya, Prof. Arief Satria mengajak seluruh elemen bangsa menghidupkan kembali tradisi berpikir rasional sebagai fondasi kemajuan Indonesia. Menurutnya, kolonialisme telah mengikis sebagian warisan intelektual bangsa sehingga Indonesia perlu membangun kembali budaya berpikir ilmiah untuk menjawab tantangan masa depan.

Baca juga: Pemkab Sumenep Genjot Transformasi Digital Lewat HLM TP2DD dan VIRAL Sumenep 2025

“Ilmu pengetahuan kehilangan maknanya apabila hanya berhenti di ruang akademik. Ilmu harus menjadi kekuatan yang membebaskan manusia dari kemiskinan, ketidakadilan, kebodohan, dan berbagai bentuk dehumanisasi. Karena itu, ilmu harus diabdikan bagi kesejahteraan manusia,” tegas Arief.

Ia menilai ilmu pengetahuan harus melahirkan kebijakan, inovasi, dan solusi nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PIKI Jawa Timur Dr. Daniel Rohi mengingatkan bahwa pembangunan peradaban memerlukan ruang dialog yang terbuka. Menurutnya, sikap eksklusif hanya akan mempersempit ruang kolaborasi antarkelompok di tengah masyarakat yang semakin majemuk.

Baca juga: Bupati Sumenep Tekankan Peran Strategis KI Perkuat Transparansi Publik

Daniel menilai kehadiran tokoh lintas agama dalam Seminar Nasional ICMI mencerminkan semangat kebersamaan untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus membangun karakter kebangsaan yang inklusif.

Setelah seminar berakhir, peserta Muswil melanjutkan agenda organisasi dengan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026, menyusun program kerja periode 2026–2031, serta memilih Ketua Umum ICMI Jawa Timur untuk masa bakti lima tahun mendatang.

Melalui Muswil 2026, ICMI Jawa Timur menegaskan tekadnya untuk memperkuat kontribusi para cendekiawan dalam menghadirkan gagasan, solusi, dan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan, integritas, serta nilai-nilai inklusivitas.

Baca juga: Ponpes Darul Mu’afa Sumenep Gelar Lepas Pisah Santri MTs dan MA, KH Ali Murtadlo Tekankan Ilmu dan Akhlak

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, ICMI Jawa Timur memandang peran intelektual semakin penting untuk menghadirkan solusi yang berpihak kepada kepentingan publik sekaligus mendorong transformasi sosial yang berkeadilan.

Semangat tersebut tercermin dalam pesan penutup Muswil 2026, bahwa peradaban tidak hanya lahir dari kekuasaan, melainkan juga dari keberanian intelektual yang mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kemanusiaan.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *