Edu  

KKN 09 Aengtongtong Edukasi ASI Eksklusif untuk Cegah Stunting

Seminar ASI eksklusif KKN 09 Aengtongtong untuk pencegahan stunting
Mahasiswa KKN 09 Desa Aengtongtong Universitas Wiraraja Madura menggelar seminar edukasi ASI eksklusif untuk mendukung pencegahan stunting di Galeri Keris, Rabu (12/8/2026).

SUMENEP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 09 Desa Aengtongtong, Universitas Wiraraja Madura, menggelar edukasi tentang pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting.

Kegiatan tersebut berlangsung melalui seminar bertajuk “Pencegahan Stunting dengan Pemberian ASI Eksklusif” di Galeri Keris Desa Aengtongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Rabu (12/8/2026).

Seminar menghadirkan tiga pemateri, yakni Dr. Zakiyah Yasin, S.Kep.Ns., M.Kep., Dr. Abdullah Al Mamun, B.Sc., M.Sc., dan Ahmad Nawawi, M.Pd.I. Dr. Abdullah Al Mamun tercatat sebagai akademisi asal Bangladesh yang juga mengajar di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Dalam seminar tersebut, para pemateri mengajak ibu menyusui memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Mereka juga menjelaskan manfaat ASI dalam mendukung tumbuh kembang dan sistem kekebalan tubuh bayi serta kaitannya dengan upaya pencegahan stunting.

Edukasi tidak hanya membahas manfaat ASI, tetapi juga mengulas berbagai kendala yang dapat muncul selama proses menyusui. Kekhawatiran terhadap produksi ASI dan minimnya dukungan keluarga menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Koordinator Desa KKN 09 Aengtongtong, Majid, berharap seminar tersebut mampu memberikan pengetahuan praktis yang dapat ibu menyusui terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya ibu menyusui, agar semakin memahami pentingnya ASI eksklusif dan dukungan keluarga dalam proses menyusui,” ujar Majid.

Para peserta juga memperoleh sejumlah edukasi untuk mendukung kelancaran proses menyusui. Materi tersebut mencakup pentingnya memperhatikan pelekatan bayi, memenuhi kebutuhan cairan dan istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta mengelola stres.

Bagi mahasiswa KKN 09 Aengtongtong, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus respons terhadap kebutuhan edukasi kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.

Mahasiswa berharap peningkatan pemahaman mengenai ASI eksklusif dapat mendorong ibu menyusui menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.