Kementan Sebut 1.000 Hektare Sawah Jatim Terancam Kekeringan, Puso Ditekan 5 Persen

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membahas ancaman kekeringan lahan pertanian Jawa Timur
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengikuti rapat koordinasi penanganan kekeringan bersama Pemprov Jawa Timur di Surabaya.

SURABAYA — Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sekitar 1.000 hektare lahan pertanian di Jawa Timur berpotensi mengalami kekeringan. Kondisi tersebut dapat mengancam hasil panen petani jika pemerintah tidak segera melakukan langkah antisipasi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kondisi itu dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan kekeringan bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Amran meminta pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat sebelum kekeringan meluas dan menyebabkan tanaman mengalami gagal panen atau puso.

Dari sekitar 1.000 hektare lahan yang masuk kategori terancam, Amran menargetkan luas lahan puso tidak lebih dari 5 persen atau sekitar 50 hektare.

“Yang kekeringan ini kita selamatkan. Nanti kalau betul-betul ada puso, kita harapkan puso itu maksimal dari yang terancam, ya 50 hektare maksimal,” kata Amran.

Kementan Siapkan Pompa dan Sumur
Amran membagi strategi penanganan kekeringan menjadi dua berdasarkan kondisi sumber air di sekitar lahan pertanian.

Untuk sawah yang masih memiliki sumber air permukaan, pemerintah akan menyalurkan pompa agar petani dapat segera mengalirkan air ke lahan. Sementara lahan yang tidak memiliki sumber air permukaan akan mendapat kajian untuk pembangunan sumur dalam atau sumur dangkal.
“Yang pertama adalah yang ada air di sekitar sawah, kita berikan pompa, langsung. Yang tidak ada air, kita bangun sumur dalam, sumur dangkal,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, Amran juga mengungkapkan bahwa 229 hektare lahan pertanian di Jawa Timur telah mengalami kekeringan. Pemerintah perlu segera menangani lahan tersebut agar kerusakan tidak semakin meluas.

Untuk lahan yang sudah mengalami puso, pemerintah menyiapkan bantuan benih dan traktor. Bantuan itu bertujuan membantu petani mengolah kembali lahan dan melakukan penanaman ulang.
“Jadi, kita gantikan benih, kita berikan traktor. Jadi intinya jangan ada petani terbebani,” tutur Amran.
Secara nasional, Kementan menyiapkan 1.000 unit traktor dan 17.000 pompa untuk mendukung penanganan kekeringan di berbagai daerah.

Amran berharap pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar kekeringan tidak mengganggu produksi pangan nasional.
“Intinya jangan rakyat korban. Itu kata kuncinya,” pungkasnya.

Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo Terdampak
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan, dari total 229 hektare lahan yang telah mengalami kekeringan, sebagian berada di Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo.

“Yang terkonfirmasi sudah ada dampaknya 229 hektare. 229 itu ada di Lamongan, Gresik kemarin juga ada, kemudian di Sidoarjo. Semua di 38 (kabupaten/kota) ini tapi variatif,” kata Emil.

Emil meminta seluruh kepala dinas pertanian di 38 kabupaten/kota segera melakukan pendataan dan pemetaan lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan.

Pemetaan tersebut mencakup kondisi lahan, ketersediaan sumber air, kebutuhan pompa, serta peluang pembangunan sumur bor. Pemerintah membutuhkan data tersebut sebagai dasar untuk menentukan intervensi di setiap wilayah.

Pemprov Jatim juga menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penyediaan pompa, pembangunan sumur bor, penguatan irigasi, hingga bantuan sarana produksi pertanian.

“Makanya antisipasi cepat hari ini. Bu Gubernur langsung menyiapkan rapat ini untuk segera memetakan potensi air permukaan, pompanya nanti disediakan dari pusat, dan sumur bor juga kami petakan yang sudah matang data geolistriknya,” ujar Emil.

Langkah cepat tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mencegah ancaman kekeringan berkembang menjadi gagal panen di Jawa Timur.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.