Gempa Susulan Masih Terjadi, Dua Orang Meninggal Dunia

Gempa susulan masih terjadi setelah peringatan tsunami berakhir
Petugas dan masyarakat melakukan pemantauan di wilayah terdampak gempa setelah peringatan dini tsunami berakhir.

SITUBONDO – Gempa bumi yang mengguncang wilayah terdampak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Data terbaru mencatat dua orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Berton mengatakan tim gabungan masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan. Pemerintah bersama BMKG, BPBD, pemerintah daerah, serta sejumlah unsur terkait terus memperbarui informasi mengenai jumlah korban dan tingkat kerusakan.

“Data terbaru yang masuk mengonfirmasi ada dua orang yang meninggal dunia. Informasi ini terus kami pantau dan verifikasi bersama BMKG, BPBD, Pemda, serta unsur terkait agar dapat mengeluarkan data resmi mengenai total kerusakan dan korban jiwa,” ujar Berton.
Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan keprihatinan atas dampak gempa tersebut. Ia memastikan BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami.
“Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG,” kata Nelly.

BMKG Pantau Gempa Susulan dan Kondisi Laut
BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan serta perubahan tinggi muka laut secara real-time. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi wilayah terdampak tetap terkendali setelah gempa utama.

BMKG meminta masyarakat tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga perlu mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari hoaks.

Selain itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga sebaiknya tidak memasuki bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur sebelum petugas memastikan bangunan tersebut aman.

Langkah tersebut penting untuk mencegah korban tambahan akibat bangunan yang melemah setelah menerima guncangan gempa.

Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi
BMKG mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi hanya dari sumber resmi. Masyarakat dapat mengikuti pembaruan melalui akun Instagram dan X @infoBMKG, situs BMKG dan InaTEWS, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.
Dengan status peringatan dini tsunami yang telah berakhir, masyarakat tetap perlu waspada karena aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Warga juga perlu segera melapor kepada petugas jika menemukan kerusakan bangunan atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.