SUMENEP – Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, terus memperkuat sektor pertanian sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan rendah serta lahan kering yang subur mampu mendukung berbagai aktivitas budidaya pertanian sepanjang tahun.
Mayoritas warga Desa Matanair menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Kesuburan lahan memungkinkan petani membudidayakan beragam komoditas, mulai dari tanaman hortikultura, buah-buahan, hingga tanaman obat yang memiliki nilai ekonomi.
Para petani menerapkan sistem tumpang sari dan rotasi tanaman secara bergantian untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus mempertahankan produktivitas lahan. Pola tersebut juga membantu meningkatkan hasil panen dari musim ke musim.
Kepala Desa Matanair, Ahmad Rasyidi, mengatakan bahwa lahan pertanian di wilayahnya mampu menghasilkan berbagai komoditas unggulan yang menjadi sumber pendapatan masyarakat.
“Lahan pertanian di Desa Matanair sangat produktif menghasilkan berbagai komoditas sayur-mayur. Hasil panen yang dominan di antaranya mentimun, cabai, singkong, tembakau, dan jagung,” ujarnya kepada Media Center, Rabu (8/7/2026).
Menurut Rasyidi, petani di Desa Matanair menyesuaikan pola tanam dengan siklus musim yang berlangsung di Pulau Madura. Saat musim hujan, masyarakat lebih banyak menanam jagung sebagai tanaman pangan utama. Memasuki musim kemarau, petani beralih membudidayakan tembakau murni varietas lokal yang memiliki nilai jual tinggi.
Ia menjelaskan, luas lahan produktif yang mendominasi wilayah desa turut mendorong berkembangnya sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Dukungan kelembagaan sosial yang berjalan baik juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Desa Matanair membuktikan bahwa wilayah yang didominasi lahan kering tetap mampu berkembang menjadi desa agraris yang maju dan produktif di Kabupaten Sumenep,” tambahnya.
Berdasarkan data pemerintah desa, luas lahan pertanian produktif di Desa Matanair mencapai sekitar 260 hingga 285 hektare. Luasan tersebut mencakup sekitar 85 hingga 90 persen dari total wilayah desa yang mencapai kurang lebih 315 hektare.
Potensi tersebut menjadikan Desa Matanair sebagai salah satu kawasan pertanian yang memiliki kontribusi besar terhadap produksi komoditas pertanian di Kecamatan Rubaru sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Sumenep.














