Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan PSN, Perkuat Ketahanan Pangan, Air, dan Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan Proyek Strategis Nasional untuk mendukung ketahanan pangan dan air.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan Proyek Strategis Nasional yang tersebar di Lombok, Aceh, Jawa Tengah, dan Bali.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tersebar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Jawa Tengah, dan Bali sebagai langkah memperkuat ketahanan air, pangan, energi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Lima bendungan yang mulai beroperasi tersebut meliputi Bendungan Meninting di Lombok, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Bendungan Meninting memiliki peran penting dalam mengatasi ketimpangan distribusi air di Pulau Lombok sekaligus meningkatkan ketahanan air dan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

“Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpotensi memicu musim kemarau panjang,” ujar Prasetyo Hadi, Jumat (10/7/2026).

Prasetyo menjelaskan Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 46 hektare. Infrastruktur tersebut mampu mengairi sekitar 1.559 hektare lahan pertanian sekaligus menyediakan air baku bagi masyarakat.

Selain itu, bendungan tersebut juga mendukung pembangkitan energi baru melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dengan kapasitas sekitar 10 megawatt.

Menurut Prasetyo, keberadaan bendungan akan meningkatkan indeks pertanaman dari 280 persen menjadi 300 persen. Pemerintah juga memproyeksikan tambahan produksi mencapai 420 ribu ton gabah setiap musim tanam dengan nilai ekonomi sekitar Rp4,6 triliun per tahun.

Pemerintah tidak hanya memanfaatkan bendungan sebagai infrastruktur pengairan. Bendungan Meninting juga berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata air sekaligus memperkuat pasokan air bersih bagi sektor pariwisata di Lombok.

Prasetyo menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur sumber daya air secara terukur dan terintegrasi. Langkah tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan, menjaga ketahanan energi, melindungi lingkungan, serta meningkatkan kemampuan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan percepatan pembangunan infrastruktur strategis sebagai salah satu prioritas utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.

Menurut Prasetyo, pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata hingga seluruh wilayah Indonesia. Setiap proyek strategis diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, penguatan ketahanan nasional, pembukaan lapangan kerja, serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Peresmian lima bendungan PSN tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur sumber daya air yang mendukung sektor pertanian, energi, pariwisata, dan kebutuhan air bersih masyarakat di berbagai daerah.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *