SERANG – Lima calon jemaah haji asal Kota Serang yang tergabung dalam Kloter 20 batal berangkat ke Tanah Suci setelah tim medis menemukan gangguan kesehatan saat pemeriksaan akhir di embarkasi.
Keputusan tersebut mengejutkan keluarga jemaah karena sebelumnya seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan di daerah asal hingga embarkasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Salah satu keluarga jemaah, Aspadi, mengaku sangat kecewa setelah ibunya, Mastu’ah (66), gagal melanjutkan perjalanan haji menjelang keberangkatan.
“Dari awal sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan semuanya dinyatakan lolos. Di embarkasi juga tidak ada masalah,” kata Aspadi, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Wabup Sumenep Ingatkan Jemaah Haji 2026 Jaga Kekhusyukan dan Luruskan Niat Ibadah
Namun, tim medis kembali memeriksa kondisi kesehatan Mastu’ah saat proses akhir menjelang penerbangan. Hasil evaluasi menunjukkan kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.
“Ketika pemeriksaan terakhir di bandara, petugas menyampaikan ibu mengalami stroke ringan sehingga tidak bisa terbang,” ujarnya.
Aspadi menyebut keluarganya tidak menerima tanda-tanda serius sebelumnya sehingga keputusan pembatalan membuat mereka terkejut.
“Kalau memang ada gejala berat, seharusnya bisa diketahui sejak awal. Kami tentu kaget karena persiapan sudah selesai semua,” katanya.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang mencatat lima jemaah Kloter 20 gagal berangkat karena pertimbangan medis.
Mastu’ah binti Maska Banjar (66) mengalami pembesaran jantung dan penyakit jantung iskemik kronis. Sementara Naimah binti Siman Madumar (46) memiliki riwayat tuberkulosis.
Petugas medis juga menemukan Juriyah binti Dera’i Tiwang (71) masih menjalani pengobatan TBC paru dengan hasil TCM positif.
Selain itu, Samiran bin Wongso Pawiro (54) menderita diabetes melitus dengan kondisi hiperglikemia serta memiliki riwayat serangan jantung.
Baca juga: Wabup Sumenep Imbau Calon Jemaah Haji Jaga Kesehatan Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
Adapun Sarnata bin Sarnaka bin Asmawar (59) mengalami penyakit ginjal kronis stadium empat yang disertai anemia dan gangguan irama jantung.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang, Umi Sahiyah, menegaskan pemeriksaan kesehatan akhir menjadi tahapan penting untuk memastikan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
“Ada jemaah yang mengalami stroke ringan, gangguan jantung, diabetes dengan kadar tinggi, hingga TBC aktif,” ujar Umi.
Saat ini, kelima calon jemaah tersebut telah kembali ke rumah masing-masing. Pihak kementerian tetap memasukkan nama mereka dalam daftar keberangkatan untuk musim haji berikutnya dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kesehatan masing-masing jemaah.














