SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat yang akan terjadi pada 15–16 Juli 2026 sebagai momentum untuk memastikan akurasi arah kiblat di masjid, musala, maupun rumah masing-masing.
Fenomena astronomi ini terjadi ketika posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah langsung ke kiblat. Momen tersebut dinilai sebagai cara sederhana sekaligus akurat untuk mengkalibrasi arah salat.
Anggota Tim Hisab Rukyat sekaligus Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ahmad Faidal, menjelaskan bahwa Rashdul Kiblat berlangsung dua kali setiap tahun. Peristiwa pertama terjadi sekitar 27–28 Mei pukul 16.18 WIB, sedangkan periode kedua berlangsung pada 15–16 Juli pukul 16.27 WIB.
“Ketika Matahari berada tepat di atas Ka’bah, seluruh benda yang berdiri tegak dan terkena sinar Matahari akan menghasilkan bayangan yang mengarah tepat ke Baitullah. Momen ini menjadi kesempatan terbaik bagi masyarakat untuk mengoreksi kembali arah kiblat tempat ibadah maupun rumah masing-masing,” ujar Ahmad Faidal, Jumat (10/7/2026).
Ia menegaskan bahwa ketepatan arah kiblat memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan ibadah salat. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat untuk memastikan arah kiblat yang selama ini digunakan telah sesuai.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Kementerian Agama akan menyelenggarakan kalibrasi arah kiblat serentak pada 15–16 Juli 2026 melalui program Peaceful Muharram 1448 Hijriah bertema “Indonesia Berkiblat”.
Secara nasional, program ini menargetkan pelaksanaan kalibrasi di sekitar 1.448.000 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sementara di Kabupaten Sumenep, Kantor Kementerian Agama melalui Bimbingan Masyarakat Islam menargetkan kegiatan berlangsung di 10.800 titik, meliputi masjid, musala, lapangan, rumah warga, hingga berbagai sarana ibadah lainnya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk berpartisipasi dalam gerakan Indonesia Berkiblat. Peserta dapat mendaftarkan diri melalui portal yang telah disediakan Kementerian Agama, mengunggah dokumentasi kegiatan kalibrasi, dan akan memperoleh e-sertifikat secara gratis,” kata Ahmad Faidal.
Cara Kalibrasi Arah Kiblat Saat Rashdul Kiblat
Masyarakat dapat melakukan kalibrasi secara mandiri dengan langkah-langkah berikut:
Pilih lokasi yang datar dan terkena sinar Matahari secara langsung.
Tegakkan tongkat atau benang yang diberi pemberat agar benar-benar vertikal.
Tepat pukul 16.27 WIB pada 15 atau 16 Juli 2026, amati bayangan yang terbentuk.
Tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat.
Garis tersebut menunjukkan arah kiblat yang akurat dan dapat dijadikan pedoman dalam menentukan arah salat.
Melalui momentum Rashdul Kiblat, Kemenag Sumenep berharap semakin banyak masyarakat dapat memastikan arah kiblat secara tepat sehingga pelaksanaan ibadah salat berlangsung sesuai tuntunan syariat.














