Ekonom  

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Bojonegoro, Khofifah Pastikan Harga Pangan Stabil

Khofifah meninjau pasar murah Pemprov Jatim di Kecamatan Dander Bojonegoro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan pasar murah di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

BOJONEGORO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga ketahanan pangan melalui program pasar murah di berbagai daerah. Kali ini, Pemprov Jatim menggelar pasar murah di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (28/5/2026).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pasar murah tidak hanya bertujuan menekan laju inflasi, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.

“Pasar murah ini menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan lancar,” kata Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Beras premium dijual Rp14 ribu per kilogram, sedangkan beras medium SPHP dipasarkan Rp11 ribu per kilogram.

Baca juga: Pasar Murah Ramadan Pemkab Sumenep Diserbu Warga, Harga Lebih Murah hingga 25 Persen

Selain itu, masyarakat juga dapat membeli minyak goreng seharga Rp13 ribu per liter, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp22 ribu per pack, serta daging ayam ras Rp30 ribu per pack.

Pemprov Jatim juga menyediakan komoditas lain seperti tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, bawang putih Rp6 ribu per 250 gram, bawang merah Rp7 ribu per 250 gram, hingga paket cabai Rp5 ribu per 200 gram.

Tidak hanya menggelar pasar murah, Pemprov Jatim turut memantau kondisi pasar tradisional guna memastikan stok bahan pangan tetap aman dan distribusi berjalan lancar di tengah masyarakat.

Khofifah menjelaskan, pasar murah, operasi pasar, dan pemantauan harga menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan harga serta gangguan distribusi pangan.

“Kami ingin masyarakat menyambut Iduladha dengan tenang karena kebutuhan pokok tersedia dan harganya tetap terjangkau,” ujarnya.

Pemprov Jatim juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari Bulog, distributor pangan, pelaku usaha hingga pemerintah kabupaten dan kota untuk menjaga kestabilan pasokan pangan di Jawa Timur.

Baca juga: Pemkab dan Kejari Sumenep Gelar Pasar Murah Ramadan, Warga Antusias Beli Sembako Murah

Khofifah berharap langkah pengendalian harga yang dilakukan secara terpadu dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dengan ikhtiar bersama, pasokan pangan di Jawa Timur tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga masyarakat merasa lebih tenang dan nyaman,” tandasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *