BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat koordinasi data petani dan lahan pertanian untuk mendukung peningkatan produksi sekaligus memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran.
Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Integrasi Data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dengan dukungan sarana dan prasarana produksi pertanian serta distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bangkalan, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Integrasi Data CPCL Mendukung Program Sarana Prasarana Produksi Pertanian, Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Bangkalan.”
Sejumlah pejabat pemerintah pusat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Deputi Bidang Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti, S.E., M.Si., Direktur Pupuk Kementerian Pertanian Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc., Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia Robby Setiabudi Madjid, serta Asisten Deputi Pengelolaan Sarpras Produksi Pertanian Bona Kusuma, S.T., M.E.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, penguatan sektor pertanian membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Dukungan tersebut mencakup ketersediaan air, alat dan mesin pertanian, hingga pupuk yang didistribusikan sesuai kebutuhan petani.
Menurutnya, Pemkab Bangkalan terus melakukan pemetaan lahan pertanian sekaligus menyiapkan dukungan sarana produksi berdasarkan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga berupaya memastikan kebutuhan pupuk setiap petani dapat terpenuhi dengan baik.
Lukman menilai persoalan pupuk di Bangkalan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan. Validitas data penerima juga menjadi faktor penting dalam menentukan ketepatan distribusi pupuk bersubsidi.
“Data yang kurang valid berpotensi menyebabkan distribusi pupuk tidak tepat sasaran dan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan,” kata Lukman.
Karena itu, integrasi dan pemutakhiran data CPCL menjadi bagian penting dalam penataan distribusi sarana produksi pertanian. Data yang akurat diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan kebutuhan secara lebih tepat sekaligus mengurangi potensi persoalan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Lukman mengatakan langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Bangkalan dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat, terutama penguatan ketahanan pangan.
Penguatan ketahanan pangan, lanjut dia, tidak hanya dilakukan melalui sektor pertanian. Pemkab Bangkalan juga akan mendorong pengembangan peternakan dan perikanan untuk membangun ekosistem pangan daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Bangkalan berharap dukungan terhadap petani semakin tepat sasaran, produktivitas pertanian meningkat, dan ketahanan pangan daerah dapat terus diperkuat.












