KSOP Panarukan Imbau Kapal Tunda Keberangkatan, Gelombang di Perairan Madura Diprediksi Meningkat

Petugas KSOP memantau pelayaran di Pelabuhan Panarukan saat BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi di perairan Madura.
Petugas memantau aktivitas pelayaran di pelabuhan setelah KSOP Panarukan mengimbau penundaan keberangkatan akibat potensi gelombang tinggi di perairan Madura.

SITUBONDO – KSOP Kelas IV Panarukan Situbondo mengimbau seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda untuk menunda keberangkatan pelayaran menyusul potensi peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di sejumlah perairan Madura.

Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland, menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh pelaku usaha pelayaran diminta tidak memaksakan keberangkatan hingga kondisi cuaca kembali aman.

“Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan prioritas utama. Mengingat adanya potensi peningkatan gelombang tinggi dan kecepatan angin bertambah, kami mengimbau kepada seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda agar menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca kembali aman,” ujar Herland.

Imbauan tersebut mengacu pada Prakiraan Cuaca Maritim yang diterbitkan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya pada Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang terjadi di Perairan Kepulauan Sapudi bagian selatan serta Perairan Kepulauan Kangean bagian selatan selama periode Kamis (23/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026).

BMKG memperkirakan tinggi gelombang di perairan Madura dan sekitarnya mencapai 1,10 hingga 2 meter. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal penumpang, kapal nelayan, dan kapal berukuran kecil.

Herland juga meminta seluruh operator kapal dan nakhoda untuk memantau informasi cuaca maritim secara berkala, setidaknya dua jam sebelum jadwal keberangkatan.

“Apabila selama pelayaran terjadi perubahan kondisi cuaca yang memburuk, nakhoda diminta segera berkoordinasi dan melaporkan situasi kepada syahbandar terdekat guna memperoleh arahan lebih lanjut,” tegasnya.

Menurut Herland, kebijakan menunda keberangkatan merupakan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kecelakaan laut. KSOP Kelas IV Panarukan juga berkomitmen mengutamakan keselamatan jiwa di laut sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban penyelenggaraan pelayaran di wilayah perairan Madura dan sekitarnya.

KSOP turut mengimbau masyarakat yang akan bepergian menuju wilayah kepulauan di Madura agar menyesuaikan jadwal perjalanan dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun KSOP sebelum melakukan pelayaran.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *