Situbondo – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayoga turun langsung meninjau kondisi infrastruktur jalan di wilayah perbukitan setelah menerima keluhan masyarakat. Peninjauan berlangsung di Dusun Gunung Leng-leng, Desa Sumberejo, Kecamatan Besuki, dan Dusun Pager Gunung, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Rabu (16/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Permukiman (DPUPP) Situbondo Abdul Kadir, sejumlah pejabat bidang terkait, serta anggota DPRD Situbondo.
Mas Rio berdialog dengan warga untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Salah satu persoalan utama yang muncul yakni kondisi akses jalan yang rusak dan menjadi jalur utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga Dusun Gunung Leng-leng, Desa Sumberejo, juga menyampaikan kebutuhan pembangunan jembatan sebagai akses penghubung menuju desa tetangga di Kecamatan Suboh. Jembatan tersebut dinilai penting bagi anak-anak yang harus melintasi wilayah tersebut untuk bersekolah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pemkab Situbondo berencana mengupayakan pembangunan jembatan gantung di kawasan Gunung Leng-leng.
“Pemkab Situbondo tidak hanya mengupayakan pembangunan jembatan, tetapi juga telah menyiapkan pemeliharaan jalan di Dusun Gunung Leng-leng. Tahun ini kita anggarkan juga pemeliharaan jalan di Dusun Leng-leng ini,” kata Mas Rio.
Selain memperbaiki jalan dan membangun jembatan, Pemkab Situbondo juga akan mendorong penambahan penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut. Pemerintah daerah berencana memasukkan kebutuhan PJU ke dalam program pemerintah desa pada tahun depan.
Setelah mengecek kondisi infrastruktur di Gunung Leng-leng, Mas Rio melanjutkan peninjauan ke Dusun Pager Gunung, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng. Di lokasi tersebut, ia menemukan kondisi jalan yang juga mengalami kerusakan cukup parah.
Mas Rio mengatakan pemerintah daerah perlu melakukan perbaikan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran.
“Dua desa daerah perbukitan yang saya kunjungi kondisi jalannya sudah banyak yang rusak, sehingga perlu segera diperbaiki secara bertahap. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, masyarakat akan semakin kesulitan menjual hasil buminya ke kota. Sebab, akses jalan ini merupakan satu-satunya jalan membawa hasil panen masyarakat setempat menuju kota,” ujarnya.
Pemkab Situbondo selanjutnya akan mendata ruas jalan yang mengalami kerusakan. Pemerintah daerah akan menggunakan hasil pendataan tersebut untuk menentukan prioritas penanganan sesuai tingkat kebutuhan dan kemampuan anggaran.
“Keluhan masyarakat harus kita dengarkan dan kita cek langsung di lapangan. Dengan melihat kondisi sebenarnya, kita bisa menentukan penanganan yang tepat,” kata Mas Rio.
Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Karena itu, Pemkab Situbondo meminta perangkat daerah terkait segera melakukan kajian teknis terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan. Kajian tersebut menjadi dasar untuk menentukan tahapan perbaikan agar penanganan berjalan tepat sasaran.
Jembatan Gunung Leng-leng Diusulkan Masuk Program Jembatan Garuda
Kepala DPUPP Kabupaten Situbondo Abdul Kadir mengatakan Pemkab Situbondo mengusulkan pembangunan jembatan di Gunung Leng-leng dalam bentuk jembatan gantung.
Menurut Kadir, pemerintah daerah akan mengupayakan usulan tersebut masuk ke dalam program Jembatan Garuda. Program itu mencakup pembangunan jembatan di sejumlah wilayah Kabupaten Situbondo.
“Pembangunan jembatan tersebut akan diupayakan masuk dalam program Jembatan Garuda. Program ini telah mencakup pembangunan sejumlah jembatan di berbagai wilayah Kabupaten Situbondo. Ini mau diusulkan di Jembatan Garuda, sama dengan jembatan yang sudah kita usulkan,” ujar Kadir.
Kadir menyebut sekitar 36 jembatan di Situbondo telah masuk dalam program Jembatan Garuda. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan di 12 titik.
“Di Situbondo sudah 36 jembatan Garuda, 12 titik sudah selesai dikerjakan,” katanya.
Jika usulan pembangunan jembatan gantung di Gunung Leng-leng belum masuk dalam program Jembatan Garuda, Pemkab Situbondo akan mencari alternatif pembiayaan dan solusi lain agar kebutuhan akses masyarakat tetap dapat ditangani.















