Edu  

Hj Ansari Ajak Bangun SDM untuk Perkuat Identitas Pamekasan dan Madura

Hj Ansari menghadiri Sarasehan Literasi di UIN Madura membahas pembangunan SDM dan identitas Pamekasan.
Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj Ansari, menyampaikan pandangan tentang pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam Sarasehan Literasi di UIN Madura, Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur XI Madura, Hj Ansari, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat identitas Pamekasan melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kualitas manusia menjadi fondasi utama untuk menciptakan kemajuan daerah yang berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan Hj Ansari saat menghadiri Sarasehan Literasi dalam kajian buku Pamekasan Mencari Identitas yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di Ballroom Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Jalan Raya Panglegur KM 4, Tlanakan, Pamekasan, Senin (27/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, Sekretaris Daerah Taufikurrahman, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, para pimpinan perguruan tinggi, akademisi, pejabat daerah, praktisi, serta mahasiswa.

Dalam paparannya, Hj Ansari menilai Pamekasan masih membutuhkan arah pembangunan yang mampu memperkuat identitas daerah. Padahal, Madura memiliki modal sosial, budaya, dan potensi ekonomi yang besar untuk menjadi kekuatan pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat Madura tumbuh dalam lingkungan pesantren dan madrasah. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membentuk karakter masyarakat yang berintegritas.

“Mayoritas masyarakat Madura tumbuh dalam lingkungan pesantren dan madrasah. Hal ini merupakan kekuatan besar yang harus menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat,” ujarnya.

Ansari menegaskan Pamekasan tidak cukup hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang. Daerah ini, kata dia, harus mampu melahirkan perubahan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Selain kekuatan pendidikan keagamaan, Ansari juga menyoroti besarnya kontribusi Madura terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut sektor cukai dan potensi produksi garam menjadi aset strategis yang perlu didukung dengan peningkatan kualitas SDM.

“Potensi sumber daya alam kita luar biasa. Garam kita kaya, kontribusi cukai juga sangat besar. Tetapi semua itu tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusianya,” katanya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama dibandingkan pembangunan fisik semata. Menurutnya, SDM yang unggul akan melahirkan pola pikir yang baik, karakter kuat, dan rasa memiliki terhadap daerah.

“Kita harus mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan jati diri. Yang paling penting adalah membangun SDM karena dari situlah lahir cara berpikir yang baik, identitas yang kuat, dan kepedulian terhadap daerahnya sendiri,” tegasnya.

Sebagai alumni UIN Madura, Ansari juga mendorong kampus memperkuat kolaborasi dengan media massa. Ia meyakini sinergi tersebut dapat memperluas penyebaran hasil riset, gagasan, dan inovasi dari lingkungan akademik kepada masyarakat.

“Sebagai alumni UIN Madura, kami berharap kolaborasi dengan media semakin erat. Kampus memiliki banyak gagasan yang perlu diketahui publik sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Ansari mengajak seluruh pemangku kepentingan menyusun visi pembangunan jangka panjang untuk Pamekasan. Ia berharap daerah tersebut mampu meninggalkan warisan berupa karya dan perubahan yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.

“Harapan kami, Pamekasan harus menjadi kabupaten yang meninggalkan sejarah, bukan hanya sekadar mencatat sejarah. Kita harus melahirkan karya dan perubahan yang akan dikenang oleh generasi berikutnya,” pungkasnya

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.