MOJOKERTO – Kota Mojokerto mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,05 persen pada Triwulan I Tahun 2026. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,96 persen serta pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Triwulan I 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto berada di angka 5,14 persen.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang. Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa perekonomian daerah terus bergerak positif dan mampu tumbuh di atas rata-rata Jawa Timur maupun nasional,” ujar Ning Ita, Senin (8/6/2026).
UMKM dan Investasi Menjadi Motor Penggerak
Pemerintah Kota Mojokerto selama beberapa tahun terakhir fokus memperkuat sektor perdagangan dan jasa yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Pemkot mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mempercepat proses perizinan usaha, serta membuka ruang investasi yang lebih luas.
Selain itu, pemerintah daerah juga menghadirkan berbagai inovasi layanan publik berbasis digital untuk mempermudah masyarakat dan pelaku usaha dalam mengakses layanan pemerintahan.
Langkah tersebut berhasil menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif sehingga mendorong pertumbuhan sektor ekonomi produktif dan membuka peluang usaha baru di berbagai bidang.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Ning Ita menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pemkot juga berupaya memastikan hasil pertumbuhan tersebut memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat daya beli masyarakat.
“Yang kami dorong bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” tegasnya.
Perkuat Daya Saing Daerah
Capaian pertumbuhan ekonomi 6,05 persen menjadi modal penting bagi Kota Mojokerto untuk meningkatkan daya saing di tengah kompetisi antar daerah yang semakin ketat.
Ke depan, Pemkot Mojokerto akan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan guna menjaga tren pertumbuhan ekonomi yang positif.
Pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi yang konsisten dapat memperluas kesempatan kerja, mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat Kota Mojokerto, pertumbuhan ekonomi yang sehat tidak hanya tercermin dari meningkatnya aktivitas usaha, tetapi juga dari bertambahnya peluang kerja, meningkatnya kesejahteraan keluarga, dan tumbuhnya optimisme terhadap masa depan daerah.













