SURABAYA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan TNI Angkatan Laut melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Mandiri Jawa Timur 2026. Tim tersebut akan menyambangi tiga wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, yakni Pulau Sapudi, Pulau Raas, dan Pulau Tanjung Kiaok.
Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim mengatakan ekspedisi tersebut menjadi bagian dari komitmen BI untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar.
Menurut Ibrahim, ERB Jawa Timur juga menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memperluas pelayanan kepada masyarakat hingga wilayah terpencil.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah serta memberikan pelayanan yang merata kepada seluruh masyarakat,” kata Ibrahim, Sabtu (8/8/2026).
Tiga Fokus Ekspedisi Rupiah Berdaulat
Ibrahim menjelaskan ERB Mandiri Jawa Timur 2026 memiliki tiga fokus utama. Pertama, memperkuat Rupiah sebagai simbol kedaulatan sekaligus pemersatu bangsa.
Kedua, BI ingin memperluas pemerataan layanan Rupiah sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai mata uang nasional. Ketiga, ekspedisi tersebut mendorong sinergi antarinstansi untuk memperluas akses keuangan serta mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
“Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar perjalanan membawa uang Rupiah. Kegiatan ini merupakan perjalanan menghadirkan negara, memperluas jangkauan pelayanan, dan memastikan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh hak yang sama untuk menggunakan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar,” ujarnya.
Sediakan Layanan Penukaran Uang
Selama ekspedisi, Tim ERB Mandiri Jawa Timur akan membuka layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat. Layanan tersebut menjadi bagian dari penerapan kebijakan pengedaran uang bersih atau clean money policy.
Selain penukaran uang, tim juga memberikan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah). Edukasi tersebut mencakup pengenalan ciri keaslian Rupiah, cara memperlakukan dan merawat uang, serta pemahaman mengenai fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Indonesia.
BI juga ingin masyarakat memahami posisi Rupiah dalam perekonomian nasional dan pentingnya menggunakan mata uang Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perkuat Ekonomi Wilayah Kepulauan
Ibrahim menegaskan BI Jatim akan terus memperkuat kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur, TNI Angkatan Laut, perbankan, pemerintah daerah, serta berbagai mitra strategis melalui program ERB.
“Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI Angkatan Laut, perbankan, pemerintah daerah, dan seluruh mitra strategis berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan Rupiah, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendorong penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
BI juga mengajak masyarakat menjaga dan memperlakukan Rupiah dengan baik. Menurut Ibrahim, masyarakat perlu menerapkan semangat Cinta, Bangga, Paham Rupiah dalam kehidupan sehari-hari.
Rupiah, lanjut dia, tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran. Mata uang nasional tersebut juga menjadi simbol kedaulatan negara, identitas bangsa, sekaligus salah satu unsur pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
















