BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mulai mempercepat pengembangan kawasan kota baru di Kecamatan Kamal dengan menggandeng PT Sinergi Mitra Investama (SMI). Proyek tersebut akan difokuskan di Desa Gili Timur dan Desa Banyuajuh sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi baru di Madura.
PT SMI yang merupakan anak usaha PT Semen Indonesia memaparkan rencana pengembangan kota baru tersebut di hadapan Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Selasa (19/5/2026).
Bupati Lukman Hakim menyatakan dukungan penuh terhadap rencana investasi tersebut. Menurutnya, pembangunan kota baru di Kecamatan Kamal akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Pengembangan kota baru ini kami yakini mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat Bangkalan,” ujarnya.
Lukman menjelaskan, Kecamatan Kamal pernah menjadi pusat aktivitas ekonomi di Bangkalan sebelum Jembatan Suramadu beroperasi pada 2009. Setelah akses Suramadu dibuka, aktivitas ekonomi di wilayah tersebut perlahan mengalami penurunan.
Karena itu, Pemkab Bangkalan menilai pembangunan kota baru dapat menghidupkan kembali perekonomian Kecamatan Kamal dan menjadikannya kawasan strategis baru di wilayah barat Madura.
“Kami optimistis Kecamatan Kamal bisa kembali berkembang dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi seperti sebelumnya,” katanya.
Pada tahap awal, lahan yang siap dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan baru mencapai sekitar 10 hektare. Namun, kebutuhan lahan untuk proyek tersebut diperkirakan jauh lebih besar.
Pemkab Bangkalan saat ini juga menyiapkan langkah penyelesaian terkait status lahan sawah dilindungi (LSD) yang masih menjadi kendala utama dalam pengembangan kawasan.
“Salah satu prioritas yang harus segera kami tuntaskan yaitu pelepasan status lahan sawah dilindungi,” jelasnya.
Selain mendukung proyek kota baru, Pemkab Bangkalan juga memastikan kemudahan pelayanan perizinan bagi investor yang ingin menanamkan modal di daerah tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Lukman, semakin banyak investor yang masuk ke Bangkalan maka peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.
“Investasi akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangkalan,” pungkasnya.














