Menteri Transmigrasi dan Wagub Jatim Buka FYC Fest 2026, Dorong Digitalisasi Kawasan Transmigrasi

Menteri Transmigrasi dan Wagub Jatim membuka FYC Fest 2026 di Surabaya
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka FYC Fest 2026 di Surabaya

SURABAYA – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak resmi membuka Festival Ekosistem Digital (FYC Fest) 2026 di Tunjungan Plaza 3, Level 6, Surabaya, Sabtu (11/7/2026).

Festival yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 tersebut menghadirkan beragam kegiatan edukatif seputar ekosistem kreator, personal branding, pengembangan konten digital, hingga peluang bisnis di industri kreatif berbasis teknologi.

Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta mengikuti seminar, talkshow, diskusi interaktif, serta sesi berbagi pengalaman dari para praktisi industri kreatif. Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan kreator konten, pelaku industri, komunitas, pelaku UMKM, akademisi, dan masyarakat umum.

Baca juga: Pemprov Jatim Percepat Transformasi Digital, Targetkan Layanan Publik Terintegrasi dan Responsif

Dalam sambutannya, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa paradigma pembangunan kawasan transmigrasi terus mengalami perubahan mengikuti arah transformasi nasional.

Menurutnya, pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada pembukaan kawasan baru, tetapi juga memperkuat sinergi antardaerah melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran dan pengembangan ekonomi.

“Paradigma transmigrasi terus berkembang. Tidak hanya membuka lahan baru, tetapi juga membangun sinergi antardaerah tujuan serta memanfaatkan platform digital sebagai media pemasaran untuk memperluas jangkauan produk kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah.

Baca juga: Pelatihan Pemantauan Mangrove di Desa Tanjung: Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Rehabilitasi Ekosistem

Ia menambahkan, digitalisasi diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi berbagai produk unggulan dari kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis teknologi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai transformasi digital telah menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan kawasan transmigrasi.

Menurut Emil, Jawa Timur memiliki sumber daya manusia yang kompetitif serta kapasitas produksi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemasaran dan pengembangan produk-produk hasil transmigrasi.

Baca juga: Polres Cirebon Kota Tangkap Pelaku Penyebaran Video Asusila, Korban Dibujuk dan Direkam Sejak 2024

“Pengembangan kawasan transmigrasi saat ini tidak dapat dipisahkan dari transformasi digital. Jawa Timur memiliki potensi sumber daya manusia dan sarana produksi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pengembangan hasil-hasil transmigrasi secara lebih luas,” kata Emil.

Selain membahas strategi membangun personal branding dan menciptakan konten digital yang kompetitif, FYC Fest 2026 juga mengupas pemanfaatan teknologi digital sebagai peluang pengembangan usaha dan ekonomi kreatif di era transformasi digital.

Festival ini terbuka untuk masyarakat hingga 12 Juli 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kreator konten, komunitas digital, pelaku UMKM, perusahaan industri kreatif, hingga kalangan akademisi sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

Baca juga: BEM Sumenep Tegas Tolak Penyalahgunaan AI untuk Deepfake Asusila

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *