JAKARTA – Pembangunan lima bendungan baru di Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi meningkatkan produksi beras nasional hingga 1 juta ton per tahun. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut potensi tersebut dapat dicapai melalui optimalisasi irigasi dan penerapan teknologi pertanian modern.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Amran menjelaskan, pembangunan bendungan tidak hanya bertujuan menyediakan pasokan air. Pemerintah juga perlu mengubah sistem budidaya agar hasil panen meningkat secara signifikan.
Kementan Terapkan Teknologi Pertanian Modern di NTB
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) telah memperkenalkan konsep Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Lombok Tengah.
Sistem ini menggabungkan beberapa teknologi pertanian. Di antaranya penggunaan benih unggul, pengaturan populasi tanaman, mekanisasi, dan teknologi presisi.
Melalui penerapan teknologi tersebut, pemerintah berharap produktivitas lahan dapat meningkat secara optimal.
Menurut Amran, jaringan irigasi dari lima bendungan baru akan memperkuat penerapan sistem PM-AAS di lahan pertanian.
Ia memperkirakan teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas sawah beririgasi hingga sekitar lima ton per hektare.
Jika diterapkan secara luas pada jutaan hektare lahan irigasi, tambahan produksi beras nasional diproyeksikan meningkat signifikan.
Kalau diterapkan di jutaan hektare lahan irigasi dan produktivitas naik sekitar lima ton per hektare, tambahan produksinya akan sangat besar. Itu bukan hanya memperkuat swasembada, tetapi juga membuka peluang Indonesia menjadi pemasok pangan dunia,” kata Amran dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7/2026).
Prabowo Sebut Lima Bendungan Berpotensi Hasilkan 1 Juta Ton Beras
Proyeksi peningkatan produksi beras tersebut juga mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan saat Prabowo meresmikan Bendungan Meninting bersama empat bendungan lainnya di Lombok Barat, Jumat (10/7/2026).
Presiden mengatakan target tambahan produksi beras hingga 1 juta ton berasal dari laporan Menteri Pertanian.
Menurutnya, optimalisasi irigasi dan penggunaan teknologi pertanian menjadi faktor penting untuk mencapai target tersebut.
“Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras,” ujar Prabowo.
Bendungan Meninting Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman NTB
Salah satu infrastruktur yang diresmikan adalah Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat.
Bendungan tersebut memiliki luas genangan sekitar 46 hektare. Selain itu, keberadaannya diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen.
Peningkatan indeks pertanaman diharapkan memperkuat pasokan air irigasi bagi lahan pertanian.
Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan menjaga produktivitas sepanjang tahun.
Prabowo Minta Distribusi Air Irigasi Tepat Sasaran
Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.
Karena itu, pemerintah harus memastikan ketersediaan air irigasi benar-benar mendukung kebutuhan petani.
Ia juga meminta seluruh pihak memperhatikan distribusi air hingga ke lahan pertanian.
Dengan demikian, petani dapat meningkatkan indeks pertanaman, memperpanjang musim tanam, serta menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” tegas Prabowo.














