LAMPUNG SELATAN – Personel Polsek Tanjungsari bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lampung Selatan membersihkan abu vulkanik pascaerupsi Gunung Anak Krakatau di lingkungan SMPN 2 Tanjungsari, Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjungsari, Selasa (8/9/2026).
Petugas memulai kegiatan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Bhabinkamtibmas Polsek Tanjungsari Aiptu Saliman, S.E., memimpin kegiatan bersama kepala sekolah, dewan guru, serta tim Damkar Lampung Selatan dari Pos Tanjung Bintang.
Petugas terlebih dahulu mengecek kondisi lingkungan sekolah untuk mengetahui titik-titik yang terkena abu vulkanik. Mereka memeriksa atap bangunan, pepohonan, dan sejumlah area terbuka di sekitar sekolah.
Setelah pengecekan, tim Damkar menyemprotkan air ke bagian atap dan pepohonan menggunakan selang pemadam. Petugas mengarahkan semprotan dari beberapa sisi agar abu yang menempel luruh dan tidak kembali beterbangan.
Bhabinkamtibmas turut mengatur jalannya proses pembersihan agar kegiatan berlangsung aman. Sementara itu, pihak sekolah membantu menunjukkan sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan.
Petugas juga membersihkan pepohonan di sekitar sekolah. Semprotan air bertekanan membantu menghilangkan abu yang menempel pada daun dan ranting sehingga lingkungan sekolah lebih bersih dan mengurangi potensi debu beterbangan ketika angin bertiup.
“Pembersihan ini kami lakukan bersama Damkar dan pihak sekolah untuk memastikan lingkungan SMPN 2 Tanjungsari kembali bersih dari abu vulkanik. Bagian atap dan pepohonan kami semprot agar abu yang menempel tidak kembali beterbangan dan mengganggu aktivitas warga sekolah,” ujar Aiptu Saliman.
Polisi Ingatkan Sekolah Perhatikan Kondisi Abu Vulkanik
Selain membersihkan lingkungan, polisi mengingatkan pihak sekolah agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan siswa serta guru. Warga sekolah juga diminta mewaspadai debu vulkanik apabila masih ditemukan di sekitar sekolah.
Pembersihan ini menjadi bagian dari upaya sekolah mempersiapkan kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sebelumnya, sekolah menjalankan kegiatan pembelajaran secara daring setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dengan lingkungan sekolah yang lebih bersih, pihak sekolah berharap proses belajar mengajar secara langsung dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.















