CIREBON – Angin kencang yang disertai hujan deras menerjang Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (12/6/2026) malam. Bencana tersebut merusak bangunan SDN 1 Beringin dan sedikitnya 24 rumah warga.
Peristiwa itu memicu kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri saat angin bertiup sangat kencang. Rekaman video yang memperlihatkan dampak kerusakan bahkan beredar luas di sejumlah grup WhatsApp pada Sabtu (13/6/2026) dini hari.
Dalam video tersebut, atap ruang guru SDN 1 Beringin tampak mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang angin. Selain itu, sebuah neon box dan papan reklame berukuran besar juga roboh akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Material bangunan berserakan di berbagai titik desa setelah hujan deras dan angin kencang menerjang kawasan itu. Kerusakan juga meluas ke permukiman warga. Sejumlah atap rumah yang menggunakan genting, asbes, hingga rangka baja ringan terlepas dan beterbangan akibat kuatnya terpaan angin.
Salah seorang warga terdampak, Siti Khodijah, mengaku sempat panik saat angin menghantam rumahnya. Ketika kejadian berlangsung, ia tengah beristirahat bersama anak keduanya yang masih berusia enam tahun.
Menurut Khodijah, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak petang hingga malam hari. Sekitar pukul 21.00 WIB, angin mulai bertiup semakin kencang hingga akhirnya menerbangkan seluruh atap rumahnya.
“Saya langsung menjerit minta tolong warga dan membawa anak keluar karena atap rumah sudah terbang,” ujar Khodijah saat ditemui di kediamannya, Sabtu pagi.
Setelah menyelamatkan diri, Khodijah memilih berlindung di rumah saudaranya karena hujan masih turun deras. Meski rumahnya mengalami kerusakan cukup berat, ia dan anaknya berhasil selamat tanpa mengalami luka.
Camat Pangenan, Baihaqi, mengatakan angin kencang menerjang Desa Beringin sekitar pukul 21.45 WIB. Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 24 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
“Selain rumah warga, bangunan SDN 1 Beringin juga mengalami kerusakan akibat angin kencang,” kata Baihaqi.
Pemerintah Kecamatan Pangenan bersama pemerintah desa telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Petugas juga mendata kerusakan untuk memastikan kebutuhan warga yang terkena dampak bencana.
Menurut Baihaqi, hasil pendataan tersebut telah disampaikan kepada Dinas Sosial Kabupaten Cirebon untuk proses asesmen dan penanganan lebih lanjut.
Meski menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan, bencana angin kencang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan agar proses perbaikan rumah dan fasilitas umum yang rusak dapat segera dilakukan.














