SEMARANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Jumat (15/5/2026) petang memicu luapan Sungai Plumbon dan Sungai Silandak hingga merendam enam kelurahan di ibu kota Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat banjir melanda tiga kecamatan, yakni Ngaliyan, Semarang Barat, dan Tugu. Sementara enam kelurahan yang terdampak meliputi Purwoyoso, Bambankerep, Kalibanteng Kulon, Kembangarum, Krapyak, dan Mangkang Kulon.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menyebut banjir tersebut berdampak pada ratusan keluarga di wilayah terdampak.
“BPBD mencatat sebanyak 624 kepala keluarga atau 1.858 jiwa terdampak banjir semalam,” kata Endro saat memberikan keterangan, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: DPU Semarang Pasang Trucuk Bambu dan Sand Bag untuk Cegah Tanggul Kalibanteng Ambles Meluas
Saat ini, BPBD Kota Semarang bersama sejumlah instansi lintas sektor terus membersihkan lumpur sisa banjir di lokasi terdampak. Petugas juga menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait turun langsung membantu masyarakat. Menurutnya, curah hujan tinggi di kawasan hulu Ungaran bagian timur dan wilayah Ngaliyan menyebabkan debit air meluap hingga tidak tertampung di aliran Kali Silandak dan Kali Plumbon.
Pemerintah Kota Semarang mulai menangani tanggul yang ambrol sejak Sabtu pagi dengan skema darurat. Pemkot menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk memperkuat tanggul menggunakan ribuan karung pasir serta trucuk bambu sebagai penahan sementara.
“Meskipun Sungai Plumbon berada di bawah kewenangan BBWS, Pemkot Semarang tetap bergerak cepat mengambil langkah darurat agar warga merasa aman jika hujan kembali turun di wilayah hulu,” ujar Agustina.
Selain memperbaiki tanggul sungai, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga membersihkan material lumpur tebal yang menutup jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan. Petugas mengerahkan truk tangki air dan alat berat agar jalur utama penghubung Semarang-Boja kembali aman dilalui kendaraan.
Baca juga: Pemprov Jateng Gencar Tangani Banjir di Semarang dan Demak, Luthfi Instruksikan Aksi Cepat Semua OPD
Agustina menambahkan, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memetakan titik rawan banjir di wilayah Semarang Barat. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan aktif memantau informasi peringatan dini dari instansi terkait.
“Malam ini petugas masih membersihkan lumpur di Silayur. Besok pagi warga dan jajaran kelurahan kami minta bergotong royong membersihkan lingkungan agar aktivitas masyarakat segera kembali normal,” pungkasnya.














