Ekonom  

TPID Sumenep Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Nataru 2026, Stok Aman Harga Stabil

Pemantauan harga bahan pokok oleh TPID dan BPS Sumenep di Pasar Anom menjelang Natal dan Tahun Baru 2026
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep bersama BPS melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Anom menjelang Natal dan Tahun Baru 2026

SUMENEP – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep kembali melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Pemantauan tersebut dilaksanakan di Pasar Anom Sumenep dan dipimpin langsung oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Abdul Madjid. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Eko Santoso.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menjelaskan bahwa pemantauan kali ini merupakan yang kedua dilakukan TPID di Pasar Anom. Kegiatan tersebut juga melibatkan BPS sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah melalui pengawasan langsung terhadap stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Baca juga: Pasar Murah Ramadan Pemkab Sumenep Diserbu Warga, Harga Lebih Murah hingga 25 Persen

“Berdasarkan hasil pemantauan hari ini, sebagian harga komoditas kebutuhan pokok mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, stok barang relatif mencukupi,” ujar Dadang, Selasa (23/12/2025).

Ia berharap kondisi harga yang stabil dan ketersediaan barang yang terjaga dapat terus dipertahankan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik tanpa gejolak harga.

Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa stabilitas harga tersebut diharapkan mampu menekan laju inflasi di Kabupaten Sumenep. Oleh karena itu, kolaborasi dengan BPS dinilai penting untuk memastikan data dan kondisi lapangan selaras.

“Menjelang hari besar nasional dan tahun baru, secara umum harga relatif stabil dan masih terjangkau oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Sumenep, Eko Santoso, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BPS dalam kegiatan pemantauan harga bersama TPID. Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di daerah.

Selain upaya pemerintah daerah, Eko juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam mengatur pola konsumsi. Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan momentum turunnya harga dengan berbelanja komoditas yang memiliki daya simpan lebih lama.

“Dengan pola konsumsi yang teratur, lonjakan permintaan dapat ditekan sehingga tidak memicu kenaikan harga,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab dan Kejari Sumenep Gelar Pasar Murah Ramadan, Warga Antusias Beli Sembako Murah

Ia berharap langkah tersebut dapat menjaga ketersediaan stok barang serta mengendalikan harga kebutuhan pokok selama momentum Nataru 2026.

Adapun hasil pemantauan harga di Pasar Anom Sumenep di antaranya beras premium Rp14.600 per kilogram, beras medium Rp12.500 per kilogram, gula pasir dalam negeri Rp17.000 per kilogram, minyak goreng kemasan botol 2 liter Rp21.000, minyak goreng curah Rp18.000 per kilogram, daging sapi murni Rp130.000 hingga Rp135.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp40.000 per kilogram, telur ayam ras petelur Rp32.000 per kilogram, cabai rawit kecil Rp60.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, dan bawang putih Rp31.000 per kilogram.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *