SUMENEP – Pemerintah Desa Poja, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, terus memperkuat ekonomi masyarakat dengan mengembangkan sektor pertanian sebagai fondasi utama sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini menjadi strategi untuk menciptakan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Mayoritas warga Desa Poja masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Lahan yang subur dimanfaatkan untuk membudidayakan padi, jagung, dan tembakau, yang selama ini menjadi komoditas utama sekaligus penopang perekonomian keluarga.
Selain bertani, sebagian masyarakat juga menjalankan usaha peternakan sapi dan perdagangan sebagai sumber pendapatan tambahan. Kombinasi berbagai sektor tersebut menjadikan roda perekonomian desa terus bergerak dan berkembang.
Sekretaris Desa Poja, Andri Ferdiansyah, mengatakan potensi ekonomi desa tidak hanya berasal dari hasil pertanian. Menurutnya, perkembangan UMKM juga mulai menunjukkan tren positif dan menjadi peluang usaha baru, terutama bagi perempuan serta generasi muda.
“Potensi Desa Poja ini sangat besar. Selain hasil bumi yang melimpah, kreativitas warga dalam mengolah produk rumahan juga mulai berkembang. Kami di pemerintah desa terus berupaya memberikan ruang dan dukungan agar UMKM bisa adaptif dan berdaya saing tinggi,” ujarnya kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, Senin (13/7/2026).
Pemerintah Desa Poja juga mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat. Selain memperkuat sektor ekonomi, pemerintah desa tetap memprioritaskan pelayanan kesehatan melalui kegiatan Posyandu Remaja serta program percepatan penanganan tengkes (stunting).
Andri menjelaskan, pemerintah desa terus mengarahkan berbagai program pada peningkatan kapasitas produksi dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami melihat potensi besar pada kreativitas warga Desa Poja. Oleh karena itu, prioritas anggaran dan program kerja desa saat ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas SDM pelaku UMKM, mulai dari perbaikan manajemen usaha hingga standarisasi produk,” jelasnya.
Berdasarkan data pemerintah desa, Desa Poja memiliki luas wilayah mencapai 258,64 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 57,85 hektare merupakan lahan sawah, sedangkan 200,79 hektare lainnya berupa tanah kering yang memiliki potensi untuk mendukung pengembangan sektor pertanian maupun usaha produktif masyarakat.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta dukungan terhadap pengembangan UMKM, Pemerintah Desa Poja optimistis mampu memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menciptakan lapangan usaha yang lebih luas bagi warga desa.














