Edu  

Satu Tahun Khofifah-Emil, Pendidikan Jatim Melaju: Revitalisasi Sekolah hingga 1.723 Inovasi Nasional

Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dorong inovasi pendidikan Jawa Timur melalui program Jatim Cerdas.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Dardak saat meninjau program pendidikan Jatim Cerdas di Surabaya.

SURABAYA – Pemerintahan Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menandai satu tahun kepemimpinan di Jawa Timur pada Jumat (20/2/2026). Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mempercepat implementasi Nawa Bhakti Satya ke-6 bertajuk Jatim Cerdas dengan fokus pemerataan akses dan peningkatan mutu.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Ia memastikan berbagai program strategis berjalan optimal, bahkan melampaui target.

“Jawa Timur memiliki 439 SMA negeri dan 1.083 SMA swasta, serta 299 SMK negeri dan 1.868 SMK swasta. Kami menyiapkan strategi pemerataan secara serius dan terukur agar pendidikan benar-benar berdampak,” ujar Aries, Minggu (22/2/2026).

Dindik Jatim mengalokasikan Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp46,8 miliar bagi 46.826 siswa. Pemerintah juga merevitalisasi 215 SMA dengan anggaran Rp170,8 miliar, 175 SMK senilai Rp544,4 miliar, serta 67 SLB dengan dana Rp56,3 miliar.

Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP), Pemprov Jatim menyalurkan Rp1,27 triliun kepada 1.312.512 siswa di 4.058 SMA, SMK, dan SLB. Sementara itu, BOSDA Madin menyentuh 111.785 siswa ula dan wusta di 38 kabupaten/kota dengan total anggaran Rp198,5 miliar.

Pada 2025, Dindik Jatim kembali memperkuat infrastruktur pendidikan dengan merehabilitasi ruang kelas di 119 SMA (Rp54,4 miliar), 86 SMK (Rp27,3 miliar), dan SLB (Rp13,4 miliar).

Pemprov Jatim menambah satu sekolah Taruna, yakni SMAN Taruna 2 Pamong Praja Bojonegoro. Kini, Jawa Timur memiliki enam SMAN Taruna yang membentuk karakter kepemimpinan dan nasionalisme sejak jenjang SMA.

Enam SMAN Taruna itu mengantarkan 249 siswa lolos perguruan tinggi negeri (PTN), 327 siswa masuk sekolah kedinasan, 79 siswa diterima di perguruan tinggi swasta, serta delapan siswa melanjutkan studi ke luar negeri.

Selama enam tahun berturut-turut, Jawa Timur mencatat jumlah siswa terbanyak lolos PTN melalui jalur SNBP dan SNBT secara nasional. Jatim juga meraih juara umum LKSN tiga kali berturut-turut serta memimpin ajang O2SN, FLS3N, dan OPSI.

Berdasarkan data Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), sektor pendidikan menyumbang 5.999 laporan inovasi atau 16 persen dari total inovasi daerah secara nasional. Jawa Timur memimpin dengan 1.723 inovasi pendidikan atau sekitar 29 persen dari total laporan nasional.

“Dari jumlah itu, Dindik Jatim mencatat 348 inovasi, terdiri atas 11 inovasi digital dan sisanya non-digital,” katanya.

Ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 juga menarik 24.626 pendaftar dari SMA, SMK, dan SLB. Peserta mengirimkan 19.720 karya inovasi, dan dewan juri menetapkan 30 karya sebagai inovasi paling visioner dan aplikatif.

Dindik Jatim memperkuat kewirausahaan melalui program SMA Double Track yang melibatkan 9.600 siswa di 144 lembaga. Para siswa mencatat omzet rata-rata Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulan. Hingga September 2025, total akumulasi pendapatan mencapai Rp4,7 miliar.

Selain itu, Dindik Jatim menjalankan Program Terapan Ekonomi Kreatif Guru (Proteg) untuk mendorong kemandirian guru honorer. Program ini menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai mitra pendampingan usaha di bidang kuliner, percetakan, tata busana, dan jasa pendidikan.

“Proteg menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap guru honorer agar mampu mandiri secara ekonomi,” tegas Aries.

Aries menegaskan, seluruh capaian tersebut menunjukkan komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *