SUMENEP – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Omor Emas Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, menggelar Pentas Seni Omor Emas Montessori bertajuk “Dari Madura Menuju Dunia” di Gedung Ki Hajar Dewantara, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi peserta didik untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan kepercayaan diri melalui beragam pertunjukan seni yang melibatkan anak-anak PAUD hingga TK Omor Emas. Mulai dari peran sebagai pembawa acara hingga berbagai penampilan di atas panggung, seluruh rangkaian acara berlangsung meriah dan penuh keceriaan.
Kepala PAUD Omor Emas, Nurul Hasanah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid yang telah memberikan kepercayaan kepada lembaga pendidikan tersebut untuk mendampingi tumbuh kembang putra-putri mereka.
Baca juga: Semarak Hardiknas 2026, SDN Barkot 3 Gelar Lomba Mewarnai untuk Ratusan Siswa TK
Menurutnya, seluruh tenaga pendidik terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik meskipun masih terdapat berbagai tantangan dalam proses pembelajaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada PAUD Omor Emas. Kami akan terus berusaha memberikan pembelajaran terbaik demi perkembangan anak-anak,” ujarnya.
Nurul menjelaskan, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya terlihat dari kemampuan akademik, tetapi juga dari perkembangan karakter dan kepedulian sosial anak. Ia mencontohkan sejumlah perilaku positif yang tumbuh secara alami di lingkungan sekolah.
Salah satunya ketika seorang anak dengan sukarela membersihkan sampah atau sisa makanan yang tidak sengaja dijatuhkan temannya. Meski tindakan tersebut terlihat sederhana, sikap peduli dan rasa tanggung jawab yang ditunjukkan anak dinilai memiliki nilai karakter yang sangat penting.
Selain itu, pihak sekolah juga menemukan sikap kepedulian serupa pada anak usia sekitar tiga tahun di kelompok Tempat Penitipan Anak (TPA). Anak tersebut secara sukarela membantu menyiapkan susu untuk teman-temannya dan memahami takaran yang diperlukan.
“Hal-hal kecil seperti itu menjadi perhatian kami karena menunjukkan tumbuhnya karakter positif pada anak sejak usia dini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul juga mengungkapkan rasa haru menjelang masa perpisahan peserta didik yang telah menempuh pendidikan selama beberapa tahun di Omor Emas. Meski demikian, sebagian siswa akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di lingkungan pendidikan Omor Emas.
Acara semakin berkesan dengan penyampaian kesan dan pesan dari wali murid. Salah satunya disampaikan oleh Vivin Biantoro yang mengaku telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di Omor Emas selama sekitar satu dekade, mulai dari TPA, TK hingga Madrasah Ibtidaiyah.
Vivin mengaku bersyukur atas keberadaan PAUD Omor Emas yang telah membantu memberikan pendidikan dasar yang baik bagi anak-anaknya, terutama dalam mengenalkan bahasa ibu, pendidikan agama, kemampuan membaca, dan berbagai pengetahuan lainnya.
Baca juga: Brida Sumenep Gelar FGD Lanjutan untuk Perkuat Pembangunan Pariwisata Segitiga Emas
“Kami sangat bersyukur karena anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik di Omor Emas. Mereka belajar mengenal bahasa ibu, mengaji, membaca, serta berbagai keterampilan lainnya,” ungkapnya.
Sebagai seorang pendidik, Vivin menilai proses mendidik anak usia dini membutuhkan kesabaran, perhatian, dan dedikasi yang luar biasa. Karena itu, ia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah mendampingi tumbuh kembang anak-anak selama ini.
Sebagai bentuk apresiasi, Vivin bersama perwakilan wali murid menyerahkan cenderamata kepada para guru PAUD Omor Emas. Pemberian tersebut menjadi simbol rasa terima kasih atas pengabdian dan jasa para pendidik yang telah berperan penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.





