SITUBONDO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Situbondo mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Ngawi pada akhir Desember mendatang.
Untuk memperkuat persiapan tersebut, KONI Situbondo bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA dan Disparpora Pemkab Situbondo menggelar seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten selama tiga hari.
Ketua Harian KONI Situbondo, Nusa Aldera, mengatakan seleksi O2SN tahun ini melibatkan 92 atlet pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta di Kabupaten Situbondo.
“Sebanyak 92 atlet pelajar mengikuti seleksi O2SN tingkat kabupaten tahun ini. Mereka merupakan perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing,” ujar Nusa Aldera, Kamis (14/5/2026).
Lima Cabang Olahraga Dipertandingkan
Panitia seleksi mempertandingkan lima cabang olahraga dalam O2SN Kabupaten Situbondo 2026. Kelima cabang tersebut meliputi atletik, panjat tebing, bulu tangkis, pencak silat, dan renang.
KONI Situbondo menargetkan ajang seleksi ini mampu melahirkan atlet-atlet muda potensial yang siap bersaing di tingkat regional maupun provinsi.
Menurut Dera, sapaan akrab Nusa Aldera, program pembinaan atlet pelajar tidak hanya berfokus pada Popda Jatim 2026 di Ngawi, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Pra-Porprov dan Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya.
“Hasil seleksi ini kami harapkan mampu memberikan progres nyata bagi pembinaan atlet muda di Situbondo. Kami juga menyiapkan mereka untuk agenda olahraga yang lebih besar pada 2027,” katanya.
Atlet Terpilih Masuk Program Puslatkab
Usai tahapan seleksi selesai, KONI Situbondo segera mengeluarkan rekomendasi bagi atlet yang lolos. Para atlet terpilih selanjutnya akan mengikuti program Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) mulai akhir Mei 2026.
KONI Situbondo merancang program latihan intensif selama tiga bulan untuk meningkatkan kemampuan fisik, teknik, dan mental para atlet sebelum mengikuti tahapan entry by name serta shortlist final menuju Popda Jatim 2026.
“Program Puslatkab akan berjalan intensif selama tiga bulan sebelum memasuki tahapan final keberangkatan ke Popda Jawa Timur di Ngawi,” pungkas Dera.









