Edu  

Distribusi Makan Bergizi Gratis di Bangkalan Terhenti, BGN Tegaskan Dana Operasional Sudah Cair

Program Makan Bergizi Gratis di Bangkalan terhenti sementara setelah sejumlah dapur MBG menghentikan distribusi makanan.
Suasana siswa di SDN Kemayoran 1 Bangkalan saat jam istirahat setelah penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis.

BANGKALAN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menghadapi kendala operasional. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara distribusi makanan kepada siswa penerima manfaat sejak awal pekan ini.

Penghentian layanan tersebut memengaruhi sejumlah sekolah yang selama ini menerima pasokan makanan bergizi dari dapur MBG. Salah satu sekolah terdampak yakni SD Negeri Kemayoran 1 Bangkalan.

Suasana jam istirahat di sekolah tersebut tampak berbeda dari biasanya. Para siswa menghabiskan waktu bermain di lingkungan sekolah tanpa menerima paket makanan bergizi yang sebelumnya rutin dibagikan setiap hari sekolah.

Pihak sekolah mengaku telah menerima pemberitahuan resmi terkait penghentian distribusi makanan dari pengelola SPPG sejak Jumat pekan lalu. Dalam surat tersebut, pengelola menyampaikan bahwa mereka belum dapat melanjutkan pengiriman makanan mulai 8 Juni 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
Manajemen SPPG yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bangkalan menyampaikan informasi tersebut kepada sekolah-sekolah penerima manfaat. Pengelola dapur menjelaskan bahwa kendala operasional muncul karena dana yang mereka tunggu belum tersedia saat kegiatan distribusi berlangsung.
Kepala SDN Kemayoran 1 Bangkalan, Eka Nurhayati, membenarkan penghentian sementara program tersebut di sekolah yang dipimpinnya.
“Pihak pengelola dapur pada hari Jumat lalu menyampaikan kepada kami bahwa mulai 8 Juni 2026 mereka belum dapat mengirimkan makanan ke sekolah sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Eka Nurhayati, Selasa (9/6/2026).

Kondisi tersebut menimbulkan perhatian dari kalangan guru dan orang tua siswa. Mereka berharap seluruh pihak terkait segera menyelesaikan persoalan administrasi dan operasional agar siswa kembali memperoleh manfaat dari program pemenuhan gizi tersebut.
BGN Pastikan Dana Operasional MBG Sudah Dicairkan.

Di tengah munculnya informasi mengenai penghentian operasional sejumlah dapur MBG, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, memastikan bahwa pemerintah telah menyalurkan dana operasional program tersebut.
Nanik menjelaskan bahwa proses pencairan dana telah berlangsung sejak Jumat pekan lalu dan berlanjut pada awal pekan ini. Menurutnya, BGN tidak menghadapi kendala dalam penyaluran anggaran program MBG.

“Ada informasi yang tidak sepenuhnya benar. Kami sudah mencairkan dana sejak Jumat dan sebagian lainnya pada Senin,” kata Nanik di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

BGN juga telah mengalokasikan dana operasional dalam jumlah besar untuk mendukung keberlangsungan program MBG di berbagai daerah. Nanik menyebut pencairan anggaran yang dilakukan mencapai sekitar Rp5 triliun.
Menurutnya, persoalan yang muncul di sejumlah daerah lebih berkaitan dengan aspek teknis pelaksanaan di lapangan, bukan karena keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat.

“Kami sudah menyalurkan anggaran untuk mendukung operasional program. Jika ada kendala di daerah, itu lebih bersifat teknis dan terus kami koordinasikan,” jelasnya.

Pemerintah berharap seluruh dapur MBG dapat kembali beroperasi secara normal sehingga program pemenuhan gizi bagi pelajar tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *