Ekonom  

Riau Tawarkan Investasi Hilirisasi Komoditas Unggulan dalam Misi Dagang Jawa Timur 2026

Sekda Riau Syahrial Abdi mempresentasikan peluang investasi hilirisasi komoditas unggulan Riau pada Misi Dagang Jawa Timur 2026 di Pekanbaru.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi memaparkan potensi investasi dan komoditas unggulan Riau dalam Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur 2026 di Pekanbaru.

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memanfaatkan Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur 2026 sebagai momentum untuk mempromosikan komoditas unggulan sekaligus menawarkan peluang investasi pada sektor hilirisasi industri. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah produk berbasis sumber daya alam serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan Riau memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan berperan penting dalam menopang perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong kerja sama dengan provinsi yang memiliki sektor industri dan perdagangan yang kuat, termasuk Jawa Timur.

“Riau memiliki sejumlah potensi unggulan yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama dengan Jawa Timur. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan perdagangan, tetapi juga mendorong investasi dan hilirisasi sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar Syahrial saat menghadiri Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur di Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Menlu Sugiono Doakan 9 WNI yang Ditangkap Israel Segera Pulang dengan Selamat

Syahrial menjelaskan Riau menjadi provinsi dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia, yakni sekitar 3,87 juta hektare. Dari luas tersebut, Riau mampu memproduksi sekitar 9,4 juta ton crude palm oil (CPO) atau hampir 20 persen dari total produksi nasional.

Selain sawit, Riau juga mengembangkan komoditas unggulan lain berupa perkebunan kelapa seluas 419 ribu hektare dan tanaman sagu seluas 64.735 hektare dengan produksi mencapai 286.737 ton. Di sektor manufaktur, Riau memiliki industri pulp dan kertas berskala global yang telah mengekspor produknya ke lebih dari 150 negara.

Menurut Syahrial, kekuatan tersebut menjadikan Riau sebagai salah satu simpul utama rantai pasok nasional, khususnya dalam penyediaan bahan baku bagi berbagai sektor industri. Hubungan perdagangan dengan Jawa Timur pun terus berkembang, terutama melalui komoditas pulp dan kertas yang menjadi salah satu produk andalan perdagangan antardaerah.

Baca juga: Pemkab Sumenep Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru

Pemerintah Provinsi Riau meyakini kerja sama dengan Jawa Timur akan mempercepat pengembangan industri hilir, memperluas akses pasar, sekaligus menarik investasi baru pada sektor pengolahan berbasis sumber daya alam.

Di sisi lain, Syahrial mengakui Riau masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan karena sebagian besar wilayahnya didominasi lahan gambut. Oleh sebab itu, pemerintah juga mendorong kerja sama perdagangan pangan dengan Jawa Timur agar distribusi komoditas semakin kuat dan saling melengkapi.

“Kami optimistis kerja sama ini akan menghasilkan manfaat yang lebih luas, baik melalui pengembangan investasi, hilirisasi komoditas unggulan, maupun penguatan perdagangan antardaerah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi,” tutup Syahrial.

Baca juga: Misi Dagang Jatim–Jateng 2026 Cetak Transaksi Rp3,15 Triliun, Perkuat Integrasi Ekonomi Regional

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *