SERANG – Pemerintah Kota Serang mendorong masyarakat ikut terlibat aktif dalam menangani persoalan sampah. Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Nur Agis menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Gerakan Indonesia Asri yang digagas Partai Demokrat Kota Serang di Taman Graha Walantaka, Kota Serang, Jumat (28/8/2026).
Menurut Nur Agis, Pemkot Serang telah membersihkan sekitar 31 titik tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan sejak dirinya bersama Wali Kota Serang mulai menjalankan tugas.
Namun, persoalan kembali muncul setelah warga membuang sampah di lokasi yang sama. Bahkan, tumpukan sampah kembali terlihat hanya sekitar satu pekan setelah petugas membersihkannya.
“Kurang lebih pertama kali kita dilantik, hampir 31 titik sampah di pinggir jalan sudah kita bersihkan. Seminggu kemudian datang lagi, menggunung lagi,” ujar Nur Agis.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan Kota Serang. Pemerintah membutuhkan dukungan warga agar upaya penanganan sampah tidak berhenti pada kegiatan pembersihan semata.
“Berarti apa yang harus dilakukan? Harus dibantu oleh masyarakat,” katanya.
Gerakan Indonesia Asri Bisa Digelar Rutin
Nur Agis mengapresiasi Gerakan Indonesia Asri sebagai langkah positif untuk membangun lingkungan Kota Serang yang lebih bersih dan nyaman.
Ia membuka peluang agar kegiatan tersebut berlangsung rutin di berbagai kecamatan. Pemkot Serang bahkan siap meningkatkan frekuensi kegiatan yang sebelumnya berlangsung sebulan sekali menjadi dua pekan sekali.
“Gerakan Indonesia Asri ini salah satu program yang cukup baik untuk menciptakan Kota Serang menjadi bersih. Tadi ada yang bilang sebulan sekali, ada juga yang bilang dua minggu sekali. Boleh,” ucapnya.
Pemkot Serang juga siap memberikan dukungan teknis melalui organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Dukungan tersebut dapat berupa perlengkapan kebersihan hingga armada pengangkut sampah. Pemkot Serang juga mendorong pelaksanaan kegiatan secara bergiliran dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.
Setelah Walantaka, kegiatan berikutnya dapat berlangsung di Kecamatan Kasemen atau wilayah lain yang membutuhkan penanganan kebersihan.
“Nanti kita bantu sama DLH. Kalau butuh perlengkapan, truk angkut dan segala macam, tinggal ngomong,” tutur Nur Agis.
Pemkot Serang Dorong Penanaman Pohon
Selain mengatasi sampah, Nur Agis mendorong masyarakat memperbanyak kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon.
Pemkot Serang akan berkoordinasi dengan DLH dan Dinas Pertanian untuk mendukung penyediaan kebutuhan penanaman pohon dalam kegiatan lingkungan.
“Untuk penanaman, nanti kita fasilitasi dari DLH dan Dinas Pertanian. Insyaallah kolaborasi,” katanya.
Nur Agis menegaskan, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Kota Serang yang lebih maju, bersih, hijau, dan nyaman.
Ia mengajak berbagai pihak membuka ruang kerja sama agar program kebersihan dan penghijauan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pada prinsipnya, Kota Serang enggak akan maju kalau tidak ada kolaborasi dan sinergi. Kuncinya Kota Serang maju yaitu bareng-bareng, kolaborasi,” pungkasnya.














