SosBud  

Media Center Diskominfo Sumenep Telusuri Sejarah Nama-Nama Desa untuk Lestarikan Identitas Budaya

Tim Media Center Diskominfo Sumenep menelusuri sejarah asal usul nama desa di Kabupaten Sumenep
Peta Kabupaten Sumenep

SUMENEP – Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mulai melakukan penelusuran sejarah asal-usul nama desa atau toponimi sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya, sejarah lokal, dan identitas daerah.

Toponimi merupakan kajian mengenai asal-usul nama suatu tempat yang berkaitan erat dengan sejarah, kondisi geografis, budaya, hingga peristiwa penting yang pernah terjadi di suatu wilayah. Namun, informasi mengenai asal-usul nama desa di Kabupaten Sumenep kini mulai memudar seiring berkurangnya pewarisan cerita kepada generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, Media Center Diskominfo Sumenep memulai penyusunan sejarah nama-nama desa di sejumlah kecamatan, khususnya di wilayah daratan Kabupaten Sumenep. Program ini bertujuan mendokumentasikan berbagai informasi yang selama ini hanya tersimpan dalam ingatan masyarakat agar tidak hilang ditelan waktu.

Baca juga: Diskominfo Sumenep Tetapkan Daftar Satu Data 2026, Perkuat Kebijakan Berbasis Data Berita

Dalam proses penelusuran, tim menemukan sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan sumber informasi akibat terputusnya regenerasi pengetahuan. Di beberapa desa, sejarah penamaan masih tersimpan dalam berbagai versi yang belum utuh dan hanya diketahui oleh sebagian warga.

Untuk memperoleh data yang lebih akurat, hasil penelusuran lapangan akan dipadukan dengan berbagai referensi lain, seperti dokumen lama, literatur sejarah, hingga keterangan para tokoh dan pemerhati sejarah. Seluruh informasi tersebut akan dibandingkan, dianalisis, kemudian disusun menjadi narasi sejarah yang tetap terbuka terhadap penyempurnaan apabila ditemukan data baru di masa mendatang.

Hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa asal-usul nama desa di Kabupaten Sumenep umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni peristiwa sejarah yang pernah terjadi di wilayah tersebut, legenda atau cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, serta fenomena alam yang menjadi ciri khas suatu daerah.

Baca juga: Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad, Perkuat Tradisi Kepemimpinan TNI AD

Selain menjadi dokumentasi sejarah, penyusunan toponimi juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah daerahnya sendiri.

Komitmen pelestarian sejarah dan budaya tersebut sejalan dengan harapan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang sebelumnya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan sejarah daerah.

Menurutnya, pelestarian sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun para ahli, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat agar nilai-nilai budaya tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca juga: Menbud Fadli Zon Luncurkan Buku Kartu Pos Bergambar Samarang di Kota Lama Semarang

Ke depan, Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep akan menyajikan sejarah asal-usul nama desa di wilayah Madura Timur secara bertahap. Publik diharapkan dapat mengikuti setiap ulasan sebagai bagian dari upaya mengenalkan kembali sejarah lokal sekaligus memperkuat jati diri budaya masyarakat Sumenep.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *