Pramono Anung Tinjau CFD Rasuna Said, Warga Dukung Digelar Rutin dan Kampanye Pilah Sampah

Pramono Anung dan Cinta Laura meninjau CFD Rasuna Said sambil mengampanyekan gerakan pilah sampah di Jakarta Selatan
Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Cinta Laura menyapa warga saat meninjau pelaksanaan CFD Rasuna Said di Jakarta Selatan

JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyerap aspirasi warga sekaligus mengampanyekan gerakan pilah sampah bersama aktris Cinta Laura.

Pramono menjelaskan bahwa pelaksanaan CFD Rasuna Said berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Penyesuaian waktu tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jakarta guna mengakomodasi kegiatan ibadah sejumlah gereja yang berada di sekitar kawasan terdampak CFD.

Dalam dialognya dengan masyarakat, Pramono mengaku menerima banyak masukan positif terkait penyelenggaraan CFD. Mayoritas warga bahkan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap pekan.

Baca Juga: Pamekasan Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih 2025 dari KLH, Target Zero Waste 2029

“Sebagian besar masyarakat yang saya temui menginginkan CFD Rasuna Said terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Hanya sebagian kecil yang memberikan masukan terkait beberapa hal yang perlu dibenahi,” ujar Pramono kepada awak media.

Menurutnya, sekitar 95 persen warga mendukung keberlanjutan CFD di kawasan tersebut. Sementara sebagian kecil lainnya menyampaikan keluhan mengenai penataan kawasan dan fasilitas pendukung yang masih dalam tahap penyelesaian.

Pramono mengatakan sejumlah titik di sepanjang Jalan Rasuna Said, khususnya di sisi timur jalan, masih menjalani proses penataan lanjutan. Pemerintah Provinsi Jakarta juga tengah melakukan penanaman pohon untuk mempercantik kawasan tersebut.

Baca juga: Operasi Keselamatan Candi 2026, Polisi Edukasi Warga Semarang Secara Humanis di CFD Simpang Lima

Ia menambahkan, proses penataan kawasan ditargetkan selesai dan diresmikan pada akhir Juni 2026 sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat saat mengikuti CFD.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga memberikan masukan terkait kebersihan lingkungan serta penataan pedagang selama pelaksanaan CFD. Menanggapi hal itu, Pramono meminta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk melakukan pengawasan sejak awal.

Ia menegaskan bahwa jalur CFD tidak diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan. Namun, penertiban akan dilakukan secara persuasif agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Kami ingin penataan dilakukan dengan baik sejak awal sehingga tidak muncul persoalan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pramono juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya memilah sampah dari sumbernya. Kehadiran Cinta Laura sebagai duta atau ambassador gerakan pilah sampah diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda.

Baca juga: Pemkab Sumenep Gandeng PT SBI Manfaatkan Sampah Jadi Energi Alternatif RDF

Menurut Pramono, kebiasaan memilah sampah harus tumbuh menjadi budaya masyarakat dan tidak hanya dilakukan karena adanya regulasi pemerintah.

Ia berharap gerakan tersebut dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), hingga lingkungan permukiman warga.

Sementara itu, Cinta Laura menyambut positif langkah Pemerintah Provinsi Jakarta dalam menggalakkan gerakan pilah sampah. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengeluh, tetapi membutuhkan perubahan perilaku dari setiap individu.

Cinta menilai masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi lingkungan yang kotor atau kapasitas tempat pembuangan sampah yang penuh, namun belum berkontribusi dalam mengurangi persoalan tersebut.

“Kita semua memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan. Karena itu, mengubah kebiasaan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan memilah sampah akan memudahkan proses pengolahan dan daur ulang sehingga fasilitas pengelolaan sampah dapat bekerja lebih optimal.

Melalui kampanye tersebut, Pemerintah Provinsi Jakarta berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Simak juga Video

Malam Puncak Festival Pesisir 4 di Giligenting Sumenep Meriah | Prosesi Budaya & PPM Awards 2025

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *