SUMENEP – Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Bintang Terasi Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, berhasil menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sebagai langkah meningkatkan kualitas dan daya saing produk olahan ikan lokal.
Keberhasilan tersebut diperoleh setelah kelompok usaha tersebut menyelesaikan seluruh tahapan pendampingan sertifikasi halal, mulai dari proses verifikasi, validasi, hingga penyusunan dokumen sesuai standar Jaminan Produk Halal (JPH).
Konsultan Penyedia Halal Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abd Samad, mengatakan Poklahsar Bintang Terasi telah memenuhi berbagai aspek penting dalam penerapan SJPH.
Baca juga: UMKM Makanan dan Minuman Wajib Bersertifikat Halal Sebelum Oktober 2026
“Poklahsar Bintang Terasi berhasil mengadopsi SJPH mulai dari ketertelusuran bahan baku, kebersihan fasilitas produksi, hingga tata kelola produk,” ujar Abd Samad, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, penerapan sistem halal tersebut tidak hanya menjadi pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi potensi maritim lokal Madura.
Ia menilai pelaku UMKM pesisir perlu terus meningkatkan standar produksi agar mampu bersaing dan memasuki pasar yang lebih luas.
Abd Samad juga memberikan apresiasi kepada pengurus dan anggota Poklahsar Bintang Terasi atas komitmen selama proses pendampingan sertifikasi halal.
Ia berharap terbitnya sertifikat halal nantinya dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memberikan rasa aman bagi konsumen yang menikmati produk terasi khas Sumenep.
Baca juga: Poklahsar Sumur Tumpang Dorong Ekonomi Giligenting Lewat Produksi Keripik Ikan Teri Berkualitas
Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep melalui Baidawi menyampaikan bahwa legalitas produk halal akan membantu Poklahsar Bintang Terasi berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri dan profesional.
Menurutnya, kelompok tersebut tidak hanya dapat mengembangkan produk terasi oven, tetapi juga berpotensi menciptakan berbagai inovasi olahan hasil perikanan lainnya.
“Harapannya, kelompok Bintang Terasi bisa tumbuh menjadi usaha yang maju, mandiri, menjadi contoh bagi masyarakat sekitar, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Penyuluh Perikanan Kecamatan Kota Sumenep, Dodik Afrianto, menambahkan bahwa keberadaan Poklahsar Bintang Terasi menjadi wadah untuk mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk bernilai tambah.
Melalui kelompok tersebut, masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dalam pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk perikanan.
Baca juga: Kembangkan Pasar, Poklahsar Sumur Tumpang Giligenting Produksi Kerupuk Ikan Teri
Selain meningkatkan kualitas produk, pembentukan kelompok juga bertujuan memperkuat kerja sama antaranggota agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Sekretaris Desa Pabian, Nur Faisal Ali Sahab, menyambut baik keberadaan kelompok UMKM seperti Poklahsar dan kelompok usaha lainnya di wilayahnya.
Ia berharap setiap kelompok dapat membangun komunikasi dengan pemerintah desa agar keberadaan organisasi tercatat secara administrasi dan mudah mendapatkan dukungan program pemerintah.
Baca juga: BumDes Serunai Jingga Gandeng Karang Taruna Bringsang Buka Steam Motor, Buka Lapangan Kerja Pemuda
“Harapan kami, setiap kelompok dapat bersinergi dengan pemerintah desa. Jangan hanya ada nama, tetapi keberadaannya juga diketahui dan tercatat dengan baik,” ujarnya.
Ketua Poklahsar Bintang Terasi, Iffan Bachtiar Rosdy, menjelaskan bahwa kelompok tersebut dibentuk untuk meningkatkan pendapatan anggota, memperbaiki kualitas produk, serta memperluas pemasaran.
Menurutnya, Poklahsar hadir untuk mengubah pola usaha yang sebelumnya berjalan secara individual dan tradisional menjadi usaha bersama yang lebih modern dan memiliki daya saing.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan kemandirian ekonomi para pengolah ikan agar mereka mampu menjadi pelaku usaha yang adaptif, inovatif, dan sejahtera,” kata Iffan.
Baca juga: Pemprov Jabar Percepat Sertifikasi Halal UMKM, Target 644 Ribu Produk pada 2026
Dengan penerapan SJPH dan penguatan kelembagaan, Poklahsar Bintang Terasi diharapkan mampu membawa produk olahan laut khas Sumenep menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern dan nasional.













