FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sumur Tumpang di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, terus memperkuat posisinya sebagai produsen keripik ikan teri yang menjadi andalan kuliner kepulauan. Beroperasi sejak beberapa bulan terakhir, kelompok ini memaksimalkan melimpahnya hasil tangkapan ikan teri dari nelayan setempat untuk menghasilkan produk olahan laut yang diminati konsumen.
Ketua Poklahsar, Hj. Irniwati, menjelaskan bahwa permintaan pasar terhadap keripik ikan teri buatan mereka sangat stabil. Produk yang dipasarkan di berbagai toko kerap habis hanya dalam waktu tiga hari. Menurutnya, kualitas rasa dan proses produksi yang higienis menjadi kunci kepercayaan pelanggan.
“Alhamdulillah, permintaan tetap ada. Ini menjadi sumber penghasilan bagi ibu-ibu rumah tangga di sini,” ujarnya kepada Falihmedia.com, Rabu (10/12/2025).
Proses pembuatan keripik teri dilakukan melalui tahapan terstandar, mulai dari pembersihan ikan, pengadukan bumbu, hingga teknik penggorengan khusus agar menghasilkan keripik yang renyah dan tahan lama. Selain meningkatkan kualitas rasa, Poklahsar Sumur Tumpang juga memperbarui desain kemasan agar lebih menarik dan kompetitif di pasar online maupun offline.
Dukungan dari dinas terkait turut memberikan dampak signifikan, berupa pelatihan, pendampingan, serta bantuan peralatan untuk meningkatkan kapasitas produksi kelompok. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi masyarakat kepulauan, khususnya perempuan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan.
Dengan konsistensi produksi dan kualitas yang terus ditingkatkan, keripik ikan teri Poklahsar Sumur Tumpang kini menjadi salah satu ikon kuliner Giligenting yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.














